Kamis 21 November 2019, 18:40 WIB

Pemerintah Petakan Potensi Wisata Petualangan

Denny Susanto | Nusantara
Pemerintah Petakan Potensi Wisata Petualangan

MI/Denny S
Para peserta diskusi

 

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai memetakan potensi wisata petualangan di Tanah Air. Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan disebut memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi wisata petualangan.

Hal ini diungkapkan Ketua Tim Percepatan Pembangunan Wisata Petualangan Kemenpar dan Ekonomi Kreatif, Amalia Yunita, Kamis (21/11), pada acara diskusi 'Pemetaan Wisata Petualangan Tirta Kalsel' yang berlangsung di Kabupaten Banjar.

"Pemerintah sejak beberapa tahun terakhir terus menggalakkan pengembangan industri pariwisata di daerah, salah satunya adalah wisata petualangan," ujarnya.

Menurut Yunita, yang juga menjabat Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) ini, wisata petualangan di Indonesia mulai berkembang cukup pesat dan banyak diminati wisatawan mancanegara. Saat ini, kata dia, pemerintah mulai memetakan potensi wisata petualangan yang ada di berbagai daerah, termasuk Kalsel.

Pegunungan Meratus yang merupakan kawasan hutan hujan tropis dengan kekayaan keanekaragaman hayati, serta rona alam berupa sungai, goa, tebing, dan lainnya merupakan potensi luar biasa untuk dikembangkan.

"Ini yang tengah kita petakan potensi apa saja yang bisa dikembangkan. Di dalamnya juga terkait pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia bidang pariwisata," tuturnya.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kemenpar dan Ekonomi Kreatif, Alexander Reyaan, menegaskan, pemerintah saat ini fokus dalam membenahi birokrasi yang rumit dan hambat investasi termasuk pariwisata. Pada 2015-2019, lanjut dia, Kemenpar fokus mendatangkan wisatawan asing dengan target 20 juta orang per tahun dan terealisasi 16 juta orang, sedangkan periode 2020-2024 target wisatawan berubah bukan hanya jumlah tetapi kualitas finansial wisatawan.

Periode 2020-2024, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan setiap tahunnya sebanyak 24 juta orang. Reyaan juga menyinggung destinasi favorit yang paling banyak dicari wisatawan adalah Balikpapan dan Dermawan di Kaltim, serta Pontianak, Kalbar.

"Kalsel tidak masuk dalam 15 besar destinasi paling dicari wisatawan," ujarnya.


Baca juga: Polisi Ringkus Sindikat Pencuri Minyak Chevron


Direktur Borneo Riam Outdoor (BRO) Kalsel, salah satu operator wisata petualangan, Bandi Chairullah, mengatakan, cikal bakal wisata petualangan sudah ada sejak lama tetapi baru menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia, termasuk Kalsel.

"Dengan Kalsel yang memiliki kawasan Pegunungan Meratus yang membentang di 10 kabupaten tentunya merupakan potensi besar untuk dikembangkan dalam bentuk wisata petualangan. Baik hutan, tebing, sungai, goa, maupun gunung itu sendiri," tutur Wakil Ketua Umum FAJI Kalsel ini.

Diakuinya, meski memiliki potensi yang besar, industri pariwisata Kalsel masih jauh tertinggal dari daerah lain seperti Bali, Yogyakarta, atau daerah-daerah lain di Jawa Timur. Wisata petualangan adalah sebuah kegiatan wisata menarik tetapi menantang dirancang dengan tantangan namun tetap mengutamakan proteksi keselamatan. Wisata petualangan mengandalkan potensi alam sebagai sarana utama.

Hal serupa dikemukakan Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Dahniel Kifli, yang mengakui hanya beberapa objek wisata di Kalsel dikenal dan menjadi tujuan kunjungan wisatawan. Padahal, potensi wisata Kalsel sangat besar.

"Diperlukan komitmen kepala daerah untuk mengembangkan potensi dan dijadikan prioritas wisata di daerah tidak hanya pasar terapung," ujarnya.

Pembangunan pariwisata merupakan salah satu prioritas pembangunan Kalsel selain ketahanan pangan dan maritim. Pemprov Kalsel telah  meluncurkan Visit Kalsel 2020 dan calender of event, di mana ada 2 even yang masuk kalender pariwisata nasional yaitu Festival Dayak Meratus dan Festival Loksado. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More