Kamis 21 November 2019, 18:36 WIB

Bambang Widjojanto untuk Oce Kaligis: Sudah Tua Cari Panggung

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Bambang Widjojanto untuk Oce Kaligis: Sudah Tua Cari Panggung

MI/ Susanto
Bambang Widjojanto

 

KETUA komite pencegahan korupsi di Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP), Bambang Widjojanto (BW) angkat bicara soal pelaporan dirinya oleh pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis.

BW menilai apa yang dilakukan OC Kaligis hanya mencari panggung belaka dan berdasarkan tuduhan yang bersifat personal.

"Argumen yang mengada-ada. Dia lagi cari panggung dengan argumen yang ada. Sebenarnya jangan-jangan.." tanya mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu di Jakarta, Kamis (21/11).

 

Baca juga: OC Kaligis Gugat Anies soal Posisi BW di TGUPP

 

BW berdalih bahwa apa yang dikerjakan di TGUPP sesuai dengan latar belakangnya yang sempat menjadi pimpinan KPK. Ia lalu berbalik menyerang OC Kaligis.

"Ya dia punya hak (untuk menggugat), dan memang koruptor kan selalu melakukan konsolidasi" kata BW.

"Ya kalian enggak usah bayangin orang seperti OC punya kemampuan menemukan ide seperti itu. Sekarang basis argumennya itu enggak jelas juga. Dia selalu mencari-caru gitu kan? Persoalannya jadi personalisasi gitu," lanjutnya.

Diketahui, OC Kaligis menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, mencopot Bambang Widjojanto sebagai ketua komite pencegahan korupsi di TGUPP.

OC menyebut bahwa BW tidak pernah direhabilitasi namanya sejak berhenti dari KPK. OC menuding selama ini BW mendapatkan gaji di DKI dengan urusan strategis yang menyangkut soal tanah, Izin Mendirikan Bangunan(IMB) dan reklamasi.

"Lagi cari panggung. Jadi kita kasihan sama orang yang sudah senior, sudah tua cari-cari panggung. Jangan-jangan cuma ingin keluar dari tahanan..haha.. Itu juga modus. Tapi sudahlah kasihan orang tua," tandas BW. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More