Kamis 21 November 2019, 15:06 WIB

Ratusan Warga di Klaten Terserang Demam Berdarah

Djoko Sardjono | Humaniora
Ratusan Warga di Klaten Terserang Demam Berdarah

MI/Djoko Sardjono
Bupati Klaten Sri Mulyan(tengah) memeriksa kamar mandi masjid Desa Gunung Gajah.

 

LIMA warga meninggal dan 306 lainnya terserang deman berdarah di empat desa di Klaten, Jawa Tengah (Jateng), sepanjang tahun ini.

Keempat desa endemik demam berdarah tersebut yakni, Desa Tlogorandu di Kecamatan Juwiring, Desa Danguran di Klaten Selatan, Desa Ketandan di Klaten Utara, dan Desa Tlogo di Prambanan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes)Klaten, Cahyono Widodo mengungkapkan, kasus DBD di Klaten naik turun dalam tiga tahun terakhir. Lihat saja, 2017 tercatat 100 kasus. Jumlah itu turun menjadi 20 kasus pada 2018, tapi naik lagi menjadi 311 kasus hingga medio bulan ini.

''Yang perlu kita waspadai pada akhir 2019 dan memasuki tahun 2020, yaitu desa-desa yang rawan DBD, seperti Desa Paseban, Kebondalem Kidul, Sajen, Belangwetan, dan Desa Kalikebo,'' katanya dalam pertemuan petugas pemantau pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan grebeg jentik di Obyek Wisata Bukit Cinta.

Pertemuan petugas PSN dan Gerebeg Jentik di Bukit Cinta, dihadiri Bupati Sri Mulyani dan Asisten I Rony Roekmito, serta ratusan jumantik dan kader kesehatan se-Kabupaten Klaten.

Kadinkes menjelaskan, pertemuan petugas pemantau PSN dan Grebeg Jentik bertujuan menggalang komitmen pemangku kepentingan dalam pencegahan dan pengendalian DBD di Klaten.

''Sebagai upaya pencegahan DBD, Dinkes Klaten mengoptimalkan peran juru pemantau jentik nyamuk (jumantik) yang kini tergabung dalam Srikandi Jumantik Klaten,'' katanya, Kamis (21/11).

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani yang juga hadir dalam acara tersebut menyempatkan diri untuk memantau jentik di kamar mandi masjid dan jamban keluarga di Desa Gunung Gajah.

''Saya berterima kasih kepada kader jumantik dan Srikandi Jumantik Klaten yang rajin melakukan kegiatan sosialisasi dan mendorong gerakan gotong royong untuk PSN,'' imbuhnya.

Sedangkan, Ketua Srikandi Jumantik Desa Gunung Gajah, Maria Sulistyowati mengaku, pihaknya rutin setiap satu minggu sekali
sosialisasi dan gotong royong memberantas jentik nyamuk.

''Tujuannya adalah untuk menjaga kebersihan lingkungan Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, agar terbebas dari jentik nyamuk. Sehingga desa ini tidak diserang penyakit demam berdarah,'' pungkasnya. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More