Kamis 21 November 2019, 12:10 WIB

Mendag Lepas Ekspor dari Makassar

Lina Herlina | Nusantara
Mendag Lepas Ekspor dari Makassar

MI/Lina Herlina
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

 

SETELAH Jawa Tengah meng-ekspor produk perkebunan, giliran Sulawesi Selatan mengirim sejumlah komoditas produksi warganya ke sejumlah negara, kemarin. Kali ini ekspor dilepas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Gubernur Nurdin Abdullah.

Sebanyak 7.930 ton komoditas dikirim ke Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan, dan Je-pang. Komoditas unggulan itu terdiri atas mede, kakao, plywood, nikel, rumput laut, dan sejumlah produk lain.

"Dengan ekspor langsung ini, kami bisa menghemat waktu dan biaya. Produk yang dikirim ini berasal dari 18 pelaku usaha dengan nilai total US$19,7 juta," papar Kepala Dinas Perdagangan Hadi Basalama.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengakui selama ini ekspor Indonesia masih ditopang komoditas primer dan sektor industri. "Ekspor langsung dari Makassar ini sangat baik dan sangat membantu dunia usaha."

Selain melepas produk ekspor, di Makassar, Menteri Agus juga memantau ketersedian kebutuhan pokok dan harga pangan di Pasar Pa'baeng-baeng menjelang Natal dan tahun baru. "Kita pilih Makassar karena di sini hub Indonesia bagian timur. Dari sini kita ke daerah lain," tambahnya.

Seusai berbincang dengan para pedagang, dia menyata-kan harga kebanyakan komo-ditas dan kebutuhan warga masih stabil sesuai dengan harapan. Dia juga memuji para pedagang karena dengan jujur menjual sejumlah kebutuhan pokok sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

"Suplai yang memadai membuat kebutuhan tercukupi dan tidak perlu ada penjatahan. Cara itu membuat harga jual di pasar tetap dalam kondisi baik: baik untuk konsumen dan juga baik untuk pedagang," jelas Menteri.

Terkait masukan yang didapat dari pedagang, ia menyatakan mereka meminta perbaikan kondisi pasar, sarana, dan prasarananya. "Kami sepakat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pasar." (LN/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More