Kamis 21 November 2019, 09:24 WIB

Rp1,4 Miliar dari Kemendesa PDTT untuk Ayam Joper di Blora

Akhmad Safuan | Nusantara
Rp1,4 Miliar dari Kemendesa PDTT untuk Ayam Joper di Blora

MI/abdus syukur
Peternakan ayak Joper

 

Desa Brabowan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) kembangkan agribisnis ayam joper hulu-hilir.

Agribisnis itu merupakan program Pilot Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID-PEL) dari Kementerian Desa PDTT senilai Rp1,4 miliar.

Menurut Kepala Desa Brabowan, Indarsih, di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, beberapa unit bangunan untuk kegiatan usaha agribisnis ayam joper hulu-hilir yakni kandang ayam, rumah tetas dan tempat pembuatan pakan ternak telah disiapkan. Di lahan itu juga akan dibuat unit inseminasi, unit peternakan joper, unit pembuat pakan, unit pengelola hasil panen, pengemasan karkas, fasilitasi inkubasi dan lainnya.

''Dengan bantuan unit usaha agribisnis ayam joper hulu-hilir ini, sekarang warga kami berdaya dengan mengerjakan usaha secara mandiri,'' kata Indarsih.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, unit usaha agribisnis ayam joper hulu-hilir diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian sosial ekonomi masyarakat.

''Anggaran dikucurkan dalam program ini cukup besar yakni Rp1,4 miliar,
sehingga kita dorong agar usaha ini dikembangkan untuk menjadi besar,'' ujar Arief Rohman.

Maka diminta kepada Pemerintah Desa Brabowan, lanjur Arief, untuk mengawal setiap tahapan, mulai dari pembuatan kandang ayam hingga panen dengan baik agar mendapatkan hasil maksimal. ''Program bantuan dari Kemendesa PDTT ini harus bisa berhasil, tolong terus dikawal,'' imbuhnya.

Pemilihan ayam joper, menurut Arief, sebagai inovasi yang dikembangkan
antara lain karena prospek ayam joper yang sangat bagus, yakni kebutuhan ayam potong joper mencapai 24 ribu ekor per bulan, untuk produk olahan karkas 1.350 kilogram dan hasil produk turunan yang lain, seperti kebutuhananakan ayam siap ternak juga sangat banyak.

''Melalui program ini, kita berharap terjadi peningkatan jumlah produksi sehingga meningkatkan kesejahteraan warga, meningkatkan pendapatan desa termasuk daerah dan mengurangi angka kemiskinan,'' uangkap Arief Rohman. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More