Kamis 21 November 2019, 01:15 WIB

YouTube Klaim Tawarkan Cara Baru Menikmati Musik

Fetry Wuryasti | Weekend
YouTube Klaim Tawarkan Cara Baru Menikmati Musik

MI/Fetry
Suasana peluncuran YouTube Music di Jakarta, Rabu (20/11).

Musik telah menjadi bagian erat kehidupan masyarakat Indonesia. Demikian pula Youtube.

Memahami hal tersebut, YouTube meluncurkan YouTube Music pada awal November Ialu, di samping menghadirkan YouTube Premium ke Indonesia. Mereka mengklaim dua pengembangan ini menawarkan cara baru menikmati musik.

YouTube Music merupakan aplikasi web dan web player yang telah didesain ulang khusus untuk mendengarkan musik. Platform ini menyediakan Iagu-lagu dari album resmi musisi, ribuan playlist, dan stasiun radio artis, dipadukan dengan deretan remix video dari YouTube seperti pentas live, kolom untuk lagu-lagu Iagu cover, dan video musik yang luar biasa banyaknya.

Youtube mengklaim fasilitas ini tidak akan ditemukan oleh para pengguna di tempat lain. Semua itu telah diatur dan dipersonalisasi khusus untuk para penggunanya.

"Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para penikmat musik di Indonesia. YouTube merupakan sebuah platform terbuka yang menjadi penghubung dan sarana kolaborasi, mulai dari para kreator lokal maupun musisi internasional," ujar VP of Product Management YouTube, Adam Smith di Jakarta, Rabu (20/11).

Kehadiran YouTube Music di Indonesia diharapkan dapat menjadi "rumah" yang memberikan pengalaman baru dalam menikmati musik agar Iebih personal yang memberikan satu tempat terpusat untuk semua musik favorit para musisi, kreator serta penggunanya.

Ada beberapa alasan yang menurutnya menjadi keunggulan platform musik ini daripada platform musik lain. Pertama, pengguna diberikan pilihan menikmati tidak hanya video musik, tetapi juga official music dan official album, single, remix, pentas live, lagu cover. dan musik-musik langka.

Aplikasi juga akan memberikan rekomendasi khusus untuk pengguna. Layar beranda aplikasi akan beradaptasi secara dinamis dan memberikan rekomendasi sesuai jenis musik yang pernah didengarkan dan aktivitas yang dilakukan si pengguna.

"Jadi saat Anda sedang berolahraga di gym atau dalam perjalanan pergi pulang ke kantor. Anda bisa temukan musik yang tepat di aplikasi You Tube Music," imbuhnya

Aplikasi juga menyediakan ribuan playlist dari genre, suasana hati, aktivitas, atau lagu dengan bahasa mana pun.

Dengan artificial intelligence, mereka meyakinkan Youtube Music memiliki inovasi fitur penelusuran yang pintar. "Kami yang akan temukan lagunya, walau Anda tak tahu judulnya. Misalnya lagu dengan lirik 'izinkan aku untuk terakhir kalinya', serahkan pada kami. Anda juga bisa telusuri liriknya (meskipun lirik yang Anda cari pun salah)," jelas Adam.

Namun setelah diulik, fitur seperti ini pun sebelumnya telah hadir di Shazam dan MusiXMatch.

Kemudian, dengan YouTube musik, pengguna bisa tahu apa saja video terbaru dan terpopuler. Semuanya dimasukkan di kolom Hotlist. Hari ini di Indonesia, kolom Hotlist menampilkan Hotlist Pop Indonesia, Hotlist Musik Dance Indonesia, Hotlist Heavy Rock lndonesia, Hotlist Rock Indonesia, Hotlist Indie Indonesia, dan Hotlist Hip Hop Indonesia.

Terakhir, fitur pembeda yang mereka yakin baru satu-satunya yaitu mode beralih audio/video. Beralih antara audio/video cukup dengan sekali tekan tombol. Fitur ini memudahkan pelanggan YouTube Premium dan YouTube Music Premium untuk berpindah ke audio atau video musik, memberikan pengalaman mendengarkan dan menonton musik yang berbeda.

Sementara itu, YouTube Premium tersedia dengan harga mulai dari Rp59.000 per bulan, yang mencakup langganan YouTube Music Premium, dan menawarkan pengalaman bebas iklan dengan fitur pemutaran latar belakang serta download offline untuk jutaan video di YouTube. Untuk langganan musiknya sendiri seharga Rp49.000 per bulan. Harga tersebut tampaknya ditetapkan untuk dapat berkompetisi dengan platform Spotify.

Juga tersedia paket khusus YouTube Music Family Plan dan YouTube Premium Family Plan yang memungkinkan Anda menambahkan hingga 6 akun, hanya mulai dari Rp75.000 per bulan. (Try)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More