Kamis 21 November 2019, 04:00 WIB

Fokus Bidik Titik Tengah Target

MI | Olahraga
Fokus Bidik  Titik Tengah Target

MI/Adi Maulana Ibrahim
Atlet Panahan

PANAHAN punya historis tersendiri di Indonesia. Karena panahan memiliki kaitan erat dengan kisah pewayangan yang berkembang di Tanah Air. Seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya bermetamorfosis menjadi sebuah kegiatan olahraga.

Panahan Indonesia sendiri belum pernah absen memberikan ­medali dalam ajang SEA Games dalam periode sepuluh tahun terakhir. Terakhir, pemanah-pemanah Merah-Putih sanggup mencuri empat emas dari Sri Ranti, Riau Ega Agatha, Diananda Choirunisa, dan Prima Wisnu Wardhana, di SEA Games 2017.

Hasil mentereng itu tentu ingin mereka lanjutkan  jelang SEA Games 2019 yang bakal diselenggarakan di Filipina. Namun, ambisi mempertahankan tradisi medali sedikit terusik akibat molornya jadwal pelatnas. Tim panahan baru aktif berlatih pada April. Salah satu atlet panahan Indonesia, Prima Wisnu, mengakui adanya keterlambatan persiapan untuk bertanding di Filipina.

Tim panahan Indonesia hanya hitungan jari mendapat kesempatan untuk bisa ke luar negeri untuk meningkatkan kemampuan. Paling awal pada Juni kemarin untuk berlomba di Kejuaraan Dunia di Belanda. Kemudian, latihan di Korea Selatan pada September.

Sekretaris Jenderal Perpani, Riza Barnadi, mengatakan Indonesia berharap ada tiga medali emas yang dibawa pulang dari SEA Games. Dari target yang sudah ditetapkan, medali emas bisa diperoleh dari nomor beregu compound, mix recurve, dan compound. Biasanya, cabang olahraga (cabor) panahan di SEA Games yang melombakan 10 nomor pertandingan.

“Kita target optimistis tiga, tapi ngejar lima (medali emas) lah,” ujar Riza saat dijumpai di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.


Fokus titik tengah

Salah satu atlet panahan, Riau Ega Agatha, mengatakan jelang SEA Games dirinya ditempa dengan cara mengikuti simulasi pertandingan. Ega terus dididik untuk mematangkan fokusnya agar anak panah menancap di pusat lingkaran.
“Latihannya sekarang sudah tak terlalu berat, tapi lebih pusing karena lebih ke mental dan meningkatkan konsentrasi,” jelas Ega.

Menurut Ega, persaingan untuk kawasan Asia Tenggara cukup sengit, khususnya untuk nomor recurve putra yang akan dia ikuti. “Seluruh negara punya kans yang sama untuk meraih medali. Saya secara khusus mewaspadai pemanah asal Malaysia yang telah memegang tiket Olimpiade, yakni Chairul Anwar,” kata Ega yang juga turun di nomor mix team recurve dan team recurve putra. (Ykb/R-3) 

Baca Juga

AFP/Tobias Schwarz

Dimulai Pertengahan Juli, MotoGP 2020 Maksimal Gelar 13 Balapan

👤Akmal Fauzi 🕔Kamis 04 Juni 2020, 21:26 WIB
Ezpeleta menjelaskan akan ada 12-13 seri yang berlangsung dari Juli hingga November. Beberapa sirkuit disebut akan melangsungkan dua...
AFP/KAZUHIRO NOGI

Dampak Covid-19, Olimpiade Tokyo Digelar Sederhana

👤Akmal Fauzi 🕔Kamis 04 Juni 2020, 18:40 WIB
Gubernur Tokyo Yuriko Koike mengatakan ada opsi untuk menyederhanakan gelaran Olimpiade sebagai dampak dari pandemi virus...
ANTARA FOTO/Humas PBSI

Intensitas Latihan Atlet PBSI Mulai Ditingkatkan

👤Akmal Fauzi 🕔Kamis 04 Juni 2020, 14:43 WIB
“Ya latihannya pelan-pelan mulai ditingkatkan dari sebelumnya, sebelumnya sehari satu kali, sekarang dua kali dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya