Kamis 21 November 2019, 03:00 WIB

Akurasi, Acuan Media Arus Utama

MI | Humaniora
Akurasi, Acuan Media Arus Utama

Ilustrasi
Jurnalis

 

KEAKURATAN dan verifikasi atas peristiwa yang diakabarkan harus tetap menjadi acuan utama sebelum menghasilkan produk jurnalistik. Meski berbasis digital, media harus tetap berpijak pada kaidah jurnalistik dan tidak semata mengandalkan kecepatan.

Hal ini disampaikan Pemimpin Redaksi Medcom.id (Media Group) Budiyanto, dalam Digital Media Talk bertemakan Tren jurnalisme di era 4.0, di Fakultas Komunikasi dan Bisnis Telkom University, Bandung, Rabu (20/11).

Menurutnya, media arus utama yang berbasis digital memiliki posisi tersendiri di tengah-tengah maraknya media sosial. Ketersediaan sumber daya manusia (wartawan) yang berujung pada kualitas produk jurnalistik tidak bisa disaingi oleh pegiat media sosial yang produknya belum tentu akurat.

“Nilai-nilai jurnalistik harus ada supaya kita bisa membedakan mana produk berita media mainstream, mana yang dihasilkan media sosial,” terang Budianto. Dia mencontohkan, meski berplatform digital, Medcom.id tetap menerapkan kaidah jurnalistik yang benar. Agar produk yang dihasilkan bermakna kebenaran dan memberi pengetahuan ke pembaca, pihaknya menargetkan setiap berita harus aktual dan faktual.

Sementara itu, CEO Medcom.id yang juga Vice Executive Officer Media Group, Mohammad Mirdal Akib, mengatakan kebutuhan sumber daya manusia pada era digital ini tidak berbeda dengan masa sebelumnya.

Menurut Mirdal, perusahaan, dulu dan saat ini, membutuhkan pegawai berkarakter dan berkompetensi baik. Pekerja yang karakternya baik akan memiliki integritas, semangat kerja keras, pantang menyerah, dan tahan terhadap stres. Mirdal pun menyemangati peserta diskusi  yang  berstatus mahasiswa. “Sukses ada di pikiran kita masing-masing. Kita yang menentukan target, bukan pihak lain,” tegasnya. (BY/H-3)

Baca Juga

Antara/Jessica Helena

Cegah Stunting, Pasangan Usia Subur Jadi Target Edukasi

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 17:00 WIB
BKKBN menekan edukasi terkait ASI eksklusif harus digencarkan terhadap pasangan usia subur sebelum menikah. Mengingat, ada sekitar 2 juta...
MI/Vicky Gustiawan

Sebanyak 1,7 Juta Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 14:44 WIB
Jika dibandingkan dengan angka kasus global kasus sembuh mencapai 64% dan kasus yang meninggal mencapai...
MI/Panca Syurkani

Penanganan Insiden Siber Dorong Peningkatan Layanan Pendidikan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Agustus 2020, 13:41 WIB
Tim EduCSIRT ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh unit kerja Kemendikbud dan masyarakat sebagai pengguna layanan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya