Rabu 20 November 2019, 20:32 WIB

Pelindo II Optimistis Holding BUMN Pellabuhan Rampung 2020

Faustinus Nua | Ekonomi
Pelindo II Optimistis Holding BUMN Pellabuhan Rampung 2020

Antara/Aditya Pradana Putra
Direktur Utama Pelindo II Evelyn G Masassya

 

DIREKTUR Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo)/ IPC Evelyn G. Masassya mengungkapkan bahwa holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pelabuhan akan terealisasi pada tahun depan.

Pelindo II yang mengoperasionalkan 16 pelabuhan di Indonesia optimistis menjadi holding BUMN pelabuhan.

"Saya yakin Pelindo II akan jadi holding. Suatu saat hanya akan ada satu pelabuhan di Indonesia, Pelindo and corporation yang mengelola Sabang-Merauke dan region-region lainnya," katanya di sela-sela acara Ngopi BUMN di Jakarta (20/11).

Saat ini, pihaknya sedang membicarakan konsep holding bersama Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakilnya. Erick sudah menunjuk wakil direktur utama Pelindo II yang sebelumnya Deputi di Kementerian BUMN untuk mengurus proses persiapan holding tersebut.

Di sisi lain, kordinasi dengan Pelindo region lain pun terus berjalan.

Baca juga : Soal Ahok Jadi Bos BUMN, Politisi PKB: Yang Penting Ubah Perilaku

"Proses kajiannya kita harapkan 6 bulan bisa selesai. Di tahun 2020 harusnya bisa terwujud," tambah Evelyn.

Menurutnya, proses kajian yang dilakukan adalah untuk mmenetukan konsep holding yang tepat. Selain itu, juga untuk membahas persiapan-persiapan dari selurub Pelindo.

"Dengan cara ini diharapkan pengelolaan pelabuhannya bisa lebih efisien, lebih standar pelabuhan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke," paparnya.

Holding BUMN Pelabuhan, jelas Evelyn akan menyatukan 4 perusahaan plat merah yang bergerak di sektor pelabuhan.

Melalui holding, lanjutnya diharapkan semua pelabuhan di Indonesia akan mempunyai standar operasional yang sama serta standar infrastruktur yang sama pula. Selain itu, dari sisi keuangan pun akan lebih kuat. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More