Rabu 20 November 2019, 23:20 WIB

DPRD Takut Citra Bank DKI Memburuk

Sri Utami | Megapolitan
DPRD Takut Citra Bank DKI Memburuk

Ilustrasi
Pembobolan bank

 

DUGAAN pembobolan uang senilai Rp32 miliar di Bank DKI oleh 12 anggota Satpol PP membuat anggota fraksi NasDem Jupiter mendesak komisi C untuk menggelar rapat dan memanggil pimpinan bank daerah tersebut.

Pemanggilan dilakukan untuk mengetahui sistem manajemen bank termasuk sistem keamanan bank DKI. Rencananya rapat dan pemanggilan dilaksanakan pada Desember.

“ Komisi C akan ada rapat dengan memanggil jajaran Direksi Bank DKI untuk menjelaskan dan mengusut tuntas kasus ini Rp32 miliar adalah uang rakyat.”

Jupiter, yang juga anggota komisi C, mengungkapkan pihaknya memiliki kewenangan untuk memanggil karena komisi C membidangi keuangan dan aset daerah.

“Kami melihat ada persoalan dalam sistem keamanan dan manajemen yang tidak baik dalam sistem pengelolaan perbankan. Persoalan seperti ini tidak bisa dianggap remeh, pihak perbankan harus melakukan proteksi serta menekan terjadi nya gangguan baik dari internal maupun eksternal. Kegagalan ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Kondisi ini sambungnya akan berdampak buruk terhadap citra pengeloaan aset bank DKI bahkan bisa menimbulkan kepanikan masyarakat.
“Masyarakat akan ragu dan khawatir terkait dengan keamanan uang yang ditabung. Apa lagi Bank DKI dipercaya mengelola dan menyimpan uang yang sangat besar,” imbuhnya.

Bank DKI mengelola dan menyimpan uang senilai Rp90 triliun per tahun dengan perputaran Rp500 triliun pertahunnya. “Saya juga berharap pelaku ditangkap dan diproses hukum,” tandasnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi C Rasyidi HY menilai pemanggilan terhadap Bank DKI sebagai keharusan.

Hingga saat ini, kata Rasyidi, belum ada komunikasi antara Komisi C dengan Bank DKI.   
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sampai kini masih menunggu hasil audit investigasi yang sedang diproses oleh Bank DKI.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian Sri Haryati menyebut informasi itu dibeberkan oleh jajaran Bank DKI saat dipanggil olehnya serta Sekda DKI Saefullah.  “Ada auditor independen untuk melakukan investigasi dan lain-lain. Yang pasti sudah dilakukan (tindak lanjut),” kata Sri.

Berdasarkan laporan yang disampaikan, jajaran Bank DKI langsung menyelenggarakan rapat direksi serta melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan, Gubernur DKI Anies Baswedan, dan hingga membuat laporan ke Polda Metro Jaya.

Sri juga menambahkan pihaknya baru bisa memberikan tindak lanjut terhadap jajaran direksi Bank DKI usai mengetahui hasil investigasi. Dirinya belum mau terburu-buru membicarakan sanksi maupun dukungan apa yang bisa diberikan.

“Kita sampaikan langkah-langkah apa yang dia lakukan. Dia monitor terus. Kita tak serta-merta berikan sanksi. Ini permasalahan di mana. Hasil audit investigasi kita lihat. Dari situ baru kita bisa lihat,” katanya.

Sri menegaskan sudah meminta agar Bank DKI lebih waspada dan mengencangkan sektor pengawasannya. Ia berharap hasil audit investigasi itu bisa dijadikan landasan pengambilan langkah-langkah pencegahan berikutnya agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Apa sih yang kita harus lebih waspada. Hal-hal seperti ini bisa menjadi pelajaran untuk mereka. Ke depan tidak boleh lagi seperti ini. Jadi upaya-upaya investigasi perlu dilakukan agar tidak terjadi lagi,” terangnya.

Kepala Satpol PP DKI Arifin sebelumnya mempertanyakan keamanan Bank DKI karena 12 anggota Pegawai Tidak tetap Satpol PP bisa mengambil uang di ATM Bersama namun saldo tidak berkurang.(Tri/Put/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More