Rabu 20 November 2019, 22:00 WIB

Tiongkok Bela Tindakan Keras di Xinjiang

Tiongkok Bela Tindakan Keras di Xinjiang

MI/Usman Kansong
Warga muslim di Xinjiang

 

TIONGKOK tidak pernah lunak dalam tindakan kerasnya di Xinjiang, setelah kebocoran besar-besaran dokumen pemerintah pada penahanan massal warga muslim di Xinjiang.

Lebih dari 400 halaman kertas internal yang diperoleh The New York Times menunjukkan bahwa Presiden Xi Jinping memerintahkan para pejabat untuk bertindak dengan sama sekali tidak berbelas kasihan terhadap separatisme dan ekstremisme di Xinjiang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiong­kok, Geng Shuang, pada Senin menuduh The New York Times menutup mata terhadap fakta-fakta, sementara mengambil makna di luar konteks untuk mempublikasikan apa yang disebut dokumen internal, memfitnah dan mencemarkan upaya kontraterorisme dan deradikalisasi di Xinjiang. “Tiongkok tidak akan pernah lunak dalam perangnya melawan teroris yang kejam,” kata Geng, Senin (18/11).

Menurutnya, masalah yang dihadapi Xinjiang bukan tentang etnik, agama, atau hak asasi manusia, melainkan tentang memerangi ke-kerasan, terorisme, dan separatisme. Sejak 2015, pemerintah Tiongkok telah mengeluarkan tujuh kertas putih tentang upaya antiterorisme dan deradikalisasi Xinjiang serta pekerjaan pendidikan dan pelatihan kejuruan, yang merupakan pernyataan yang jelas dan menyeluruh tentang apa yang terjadi di Xinjiang.

Sejak 1990 hingga 2016, ada ribuan insiden terkait dengan terorisme di Xinjiang yang menimbulkan banyak korban dan kerugian material. “Karena itu, kami memerangi kejahatan itu sambil menangani akar permasalahan dan melakukan upaya maksimal untuk melindungi hak asasi dasar warga dari bahaya terorisme dan ekstremisme,” paparnya.
Tiongkok akan terus menangani urusan dalam negeri Tiongkok dengan baik. Pemerintah Tiongkok akan menerapkan kebijakan Xinjiang dan memastikan pembangunan wilayah yang sehat. “Respons paling kuat terhadap media dan individu tertentu ialah kemakmuran, stabilitas, solidaritas etnik, dan harmoni sosial Xinjiang yang abadi,” jelasnya.

Fei-Ling Wang, profesor di Institut Teknologi Georgia berkata, dokumen yang bocor itu membenarkan apa yang terjadi sebenarnya di Xinjiang. “Sehubungan dengan penindasan besar-besaran dan kontrol terhadap warga non-Han, termasuk penahanan massal kamp pendidikan paksa,” tutur Wang. (AFP/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More