Kamis 21 November 2019, 08:00 WIB

Suara Anak di 30 Tahun Konvensi Hak Anak di Solo

mediaindonesia.com | Humaniora
Suara Anak di 30 Tahun Konvensi Hak Anak di Solo

DOK PEMPROV JATENG
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

 

LAGU 'Gundul Gundul Pacul' berkumandang mengawali peringatan Hari Anak Sedunia 2019 dan 30 tahun Konvensi Hak Anak (KHA), di Taman Jaya Wijaya, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu (20/11).

Suara bening anak-anak tersebut menyambut kehadiran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmavati didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Wakil Wali Kota Achmad Purnomo, Perwakilan Unicef untuk Indonesia Debora Comini, dan Deputy Representative Robert Gass dan Business Unicef Hermawan Kertawijaya.

Peringatan Hari Anak Sedunia dan 30 Tahun Konvensi Hak Anak kali ini sangat unik. Para pimpinan tersebut diundang dan dihadirkan oleh Forum Anak Surakarta (FAS).

Yang menariknya lagi, para pimpinan tersebut diajak oleh anak-anak FAS teleconfrence dengan anak-anak yang sedang melaksanakan peringatan serupa di Sorong, Papua, Makasar, Banda Aceh, dan Kupang.

Aspirasi, mimpi-mimpi dan pesan-pesan anak Indonesia pun mengemuka. Ada yang meminta pemerintah tegas mengatasi korupsi. Ada juga tuturan lugu tentang masih banyaknya anak yang mengalami kekerasan di tengah wilayah terdampak bencana, anak yang dipekerjakan di jalanan, masalah pergaulan bebas untuk mencegah perkawinan usia dini dan lainnya.

Menteri PPPA dalam kesempatan itu menyatakan, ketika dilantik menjadi menteri langkah yang diambilnya adalah mengamankan visi dan misi Pesiden Joko Widodo dalam pemberian hak-hak anak maupun perlindungan anak secara baik, dengan berbagai program dan kebijakan yang ada.

Ia juga mengajak daerah lain untuk belajar dari Kota Surakarta dan Pemprov Jateng yang sudah mampu secara baik melaksanakan berbagai program tentang pemenuhan hak-hak anak dan perlindungan anak.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak anak-anak Indonesia untuk bijak di dalam memanfaatkan kemajuan teknologi digital atau media sosial (medsos), sehingga bisa bermanfaat secara positif, bahkan menjadi penangkal hal hal yang berbau negatif.

Ganjar menyatakan siap menerima berbagai aspirasi dari anak anak Indonesia melalui akun sosial media, baik itu dalam bentuk facebook, instagram, twiter maupun lainnya. “Saya siap menerima unggahan dari anak-anak, yang bisa menceritakan berbagai hal positif, tanpa memandang agama, suku dan golongan apa pun,” tutur gubernur yang sangat aktif bersosial media itu.

Di sisi lain, Representative Unicef Indonesia, Debora Comini menekankan perlunya anak-anak diberi ‘panggung’ agar bisa bersuara keras untuk menyuarakan apa yang menjadi hak-hak mereka yang hingga kini belum bisa dipenuhi negara.

Puncak rangkaian peringatan 30 Tahun KHA itu dilaksanakan dengan meresmikan Monumen KHA yang ada di tengah-tengah Taman Jaya Wijaya oleh Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo. (WJ/S1-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More