Rabu 20 November 2019, 17:07 WIB

BUMN Korporasi Dinilai Hambat Pertumbuhan Ekonomi

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
BUMN Korporasi Dinilai Hambat Pertumbuhan Ekonomi

DOK DPR RI
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih.

 

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menilai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bersifat aksi korporasi hingga saat ini hanya menghambat pertumbuhan negara saja. Ia menyebut seharusnya BUMN dengan modal yang tidak perlu menghitung Return of Investment (ROI), mengutamakan kebijakan pro rakyat.

Hal ini ia sampaikan ketika rapat antara Komisi VI DPR RI dengan akademisi membahas rencana revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (20/11/2019). Politisi yang akrab disapa Demer ini melihat bahwa selama ini kebijakan-kebijakan yang diambil oleh BUMN korporasi hanya menguntungkan beberapa golongan, sehingga perlu adanya revisi tersebut.

“Kita selama ini yang namanya dividen itu, berkisar antara Rp35-45 triliun kontribusinya terhadap APBN. Jadi kalau kita bicara aksi korporasinya, kita rugi puluhan triliun tiap tahunnya. Sementara untuk pengembangan agent of development hanya beberapa saja yang mengembangkan hal tersebut. Selebihnya saya lihat menekan timbulnya pelaku baru. Kita sudah minta ada sorotan terhadap itu,” ujar Demer.

Politisi Partai Golkar tersebut menambahkan bahwa saat ini ada perusahaan BUMN yang melakukan overlap dengan mengambil alih lahan yang berskala ekonomi untuk swasta yang seharusnya digarap oleh swasta. Padahal sebagai agent of development, perusahaan BUMN harus juga mengutamakan pembangunan-pembangunan di daerah tertinggal dibanding mencari uang tambahan untuk menyuplai anak perusahaan.

“Jadi saat ini seperti ada dua mahzab yang harus dijalankan perusahaan BUMN ini. Selain mencaplok pihak swasta yang ingin investasi, sementara dia juga tugasnya adalah mengembangkan daerah-daerah tertinggal. Jadi kita sangat butuh kajian-kajian mendalam dari lembaga maupun pakar atau akademisi untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang masih agak rumit ini,” imbuh Demer.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Bali itu berharap BUMN dapat benar-benar menjadi agen dari pembangunan Indonesia. Untuk itu Demer meminta agar BUMN bersama menterinya dapat melaju keluar dari jeratan kebijakannya sendiri saat ini, jika mereka tidak mau dianggap sebagai beban pembangunan. (RO/OL-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Bertemu Dubes AS, Luhut Harap Peningkatan Kerja Sama Strategis

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 08:48 WIB
Ada beberapa hal yang saya sampaikan terkait harapan peningkatan kerja sama strategis bilateral kedua negara. Terutama di sektor investasi...
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

DPR Sambut Baik Cakada yang Taat dan Sosialisasikan Prokes

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 08:38 WIB
Cakada harus menaati prokes selama masa kampanye dan juga mengajak masyarakat untuk menjalankan dalam kehidupan...
MI/Dwi Apriani

Kemendagri Dorong 40 Ribu Desa Punya Pengisian BBM

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 07:41 WIB
Kemendagri bersinergi dengan PT Pertamina (Persero) dalam mendukung perkembangan ekonomi dan kemandirian desa dengan pembangunan 40...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya