Rabu 20 November 2019, 16:25 WIB

PB Djarum Cari Penerus Liem Swie King

Rahmatul Fajri | Olahraga
PB Djarum Cari Penerus Liem Swie King

MI/widjajadi
Para talenta usia dini bulutangkis Solo Raya akan berebut supertiket Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis Djarum.

MANAJER PB Djarum Fung Permadi mengaku ingin melanjutkan tradisi melahirkan pebulu tangkis andal di sektor tunggal putra. Fung mengatakan sejak dulu PB Djarum melahirkan pebulu tangkis tunggal putra yang mampu mengharumkan nama Indonesia di level dunia, seperti Liem Swie King, Alan Budikusuma, hingga Haryanto Arbi.

"Sebetulnya untuk bicara prioritas tunggal putra dan putri, kita sebenarnya, saya dan tim saya itu mendapatkan arahan bahwa untuk PB Djarum secara tradisional dari dulu kita menghasilkan tunggal putra," kata Fung, ketika ditemui di GOR Djarum, Kudus, Rabu (20/11).

Baca juga: Audisi Umum Bulu Tangkis PB Djarum 2020 Dipastikan Berlanjut

Fung berharap pada putaran final audisi umum beasiswa bulu tangkis tahun ini lahir atlet tunggal putra yang mampu menorehkan prestasi di masa depan. Sebab untuk saat ini boleh dibilang prestasi Indonesia hanya di sektor ganda putra dan ganda campuran.

Pada sektor ganda putra, PB Djarum memiliki atlet sekaliber Kevin Sanjaya dan Muhammad Ahsan yang membawa Indonesia meraih gelar bergengsi tahun ini, seperti All England, Kejuaraan Dunia BWF, dan turnamen superseries. Sedangkan, level ganda campuran ada Tontowi Ahmad dan Liliyanan Natsir yang meraih medali emas Olimpiade 2016 Rio.

"Jadi, arahannya audisi umum kali ini lebih banyak ke putra, walaupun saat ini jumlah atlet putri sedikit. Kenyataannya di PB Djarum ini kita mempunyai jagoan di U-15 ada 5-6 orang putri, tapi putra (jagoan) cuma 1-2 orang," kata Fung.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 134 pebulutangkis dari kelompok usia U-11 dan U-13 akan berjuang untuk meraih beasiswa dari Bakti Olahraga Djarum Foundation pada babak final audisi umum di GOR PB Djarum, Kudus, Rabu (20/11) hingga Jumat (22/10). (Faj/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More