Rabu 20 November 2019, 16:21 WIB

Nenek 84 Tahun, Pengelola Dana Desa Terbaik

Januari Hutabarat | Humaniora
Nenek 84 Tahun, Pengelola Dana Desa Terbaik

MI/Januari Hutabarat
Kepala Desa Simbolon Purba, Rulia Simbolon

 

PENGGUNAAN dana desa menjadi hal utama yang disoroti oleh banyak orang, sehingga dalam setiap pemilihan kepala desa para pemilih kerap mengarahkan kepada sosok calon yang berusia lebih muda karena dianggap lebih enerjik dan mampu membangun desanya.

Pandangan tersebut justru dimentahkan oleh Rulia Simbolon 84 tahun Kepala Desa Simbolon Purba, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir-Sumatera Utara (Sumut).

Rulia Simbolon berhasil meraih penghargaan terbaik dalam hal pengelolaan dana desa tahun 2018 dari Bupati Samosir, Rapidin Simbolon.

Tidak hanya dalam pengelolaan, Rulia Simbolon juga dijuluki menjadi kepala desa Kabupaten Samosir karena mampu memecahkan berbagai masalah ditengah-tengah masyarakat antar desa.

Rulia Simbolon, dirumah kediamannya mengatakan, dirinya tidak terbebani atas kepercayaan masyarakat yang meminta dirinya menjadi kepala desa ditanah kelahiran almarhum suaminya.

Rulia Simbolon seorang pensiunan pengawai negeri sipil pada 1995 silam, usai pensiun pada 2007 para toko masyarakat meminta dirinya untuk bersedia dicalonkan menjadi kepala desa.

"Saat itu, saya menolak permintaan tersebut, dengan alasan akan menikmati masa pensiun bersama keluarga dan ingin memanjakan diri bersama dengan para cucunya,'' kata Rulia

Namun alasan tersebut tidak menjadi pengganjal bagi para tokoh masyarakat karena mereka yakin desanya akan maju dibawah kepemimpinanya.

"Kami tidak mau pulang sebelum ibu (Rulia) mengindahkan permohonan kami,'' ujarnya menirukan tokoh masyarakat yang bertahan dirumahnya hingga pukul 12 malam, saat itu saya tidak ada pilihan dan mengindahkan permintaan tersebut.

Setelah itu, lima calon kepala desa yang sudah mendaftar berbalik arah mendukung saya mempersiapkan segala kebutuhan administrasi hingga pendaftaran.

Sedangkan persyaratan pendaftaran sesuai peraturan bupati usia serendah rendahnya 25 tahun atau sudah menikah tanpa dibatasi usia maksimal. ''Sejak itulah saya memimpin desa ini sampai sekarang,'' terangnya.

Untuk memimpin desa Simbolon Purba yang memiliki penduduk 2700 jiwa dalam 560 kepala keluarga bukan hal yang mudah.

Masalah yang timbul ditengah tengah masyarakat didominasi masalah tapal batas dan ahli waris bersaudara.

Dirinya mengaku memiliki tiga pedoman dalam memimpin desa tersebut, jujur, transparan dan akuntabilitas.

Menurutnya kejujuran salah satu modal hidup yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan setiap orang dimanapun berada, namun kejujuran anggaran menjadi mata pedang yang harus diasah sehingga mampu merakit kepercayaan masyarakat.

Era Jokowi, turunya dana desa menjadi sasaran dan sorotan orang banyak terkait pengalokasian dan bukti fisik dilapangan.

Menurutnya, menepas bulan bulanan terkait pertanggung jawaban anggaran tersebut akan dapat dijawab oleh kejujuran dan transparansi anggaran. ''Dengan demikian kita akan mampu hidup tenang,'' ujarnya.

Akuntabilitas, seorang pemimpin tidak kalah pentingnya dalam setiap melahirkan peraturan desa atau (Perdes), sehingga peraturan desa tersebut dapat kita pertanggung jawabkan.

"Kita harus mampu menyanggupi setiap peraturan yang kita buat sebab peraturan yang kita buat tersebut terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, terangnya.

Lagi kata Rulia Simbolon, dirinya masih mengalokasikan dana desa untuk infrastruktur pertanian.

Umumnya masyarakat desa Palipi hidup dari sektor pertanian. Sehingga dirinya mengalokasikan dana desa untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju lahan pertanian, irigasi pertanian dan jalan lingkungan.

"Desa Palipi dikenal dengan luasnya persawahan sedangkan pasokan air menuju areal pertanian sebelumnya minim, sehingga kita membangun irigasi dan jalan menuju lahan tidur dengan sendirinya lahan tidur tersebut menjadi lahan produktif.

Sedikitnya 100 hektare areal pertanian perbukitan yang dulunya menjadi lahan tidur akibat ketidak tersedianya infrastruktur jalan menjadi lahan produktif setelah pembangunan jalan usaha tani sumber dana desa tahun 2018.

Kedepan pihaknya bersama perangkat desa akan membidik pos pembangunan lainya, demi kesejahteraan masyarakat Desa Palipi.(OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More