Kamis 21 November 2019, 07:45 WIB

Tujuhari Coffee Menyapa Kaum Millenial Produktif

Retno Hemawati | Weekend
Tujuhari Coffee Menyapa Kaum Millenial Produktif

Dok Tujuhari Coffee
Tujuhari Coffee

GALAU menghadapi kemacetan akut yang menyesaki lalu lintas Ibu Kota Jakarta? Atau, bingung mencari tempat hangout sambil menuntaskan seabrek pekerjaan kantor di selatan Jakarta? Jika hal itu yang dihadapi, maka Tujuhari Coffee siap merespons semua kegalauan dan kerisauan yang menyelimuti diri Anda tersebut. 

Berada di wilayah perkantoran Grand Wijaya, Jakarta Selatan, kedai yang digagas empat anak muda Jakarta ini menghadirkan tempat hangout dengan konsep modern, neutral dan produktif. “Konsep coffee shop ini memang ditujukan untuk kaum muda produktif. Istilahnya, jangan kasih kendor untuk berkarya, tapi masih bisa santai sambil mencari inspirasi dan ide-ide baru bareng teman-teman,” kata Lavie Daramarezkya, CEO Tujuhari Coffee, dalam perbincangan kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Untuk menerjemahkan gagasan produktif tersebut, Lavie memilih warna abu-abu berselaras dengan putih yang mendominasi ruangan seluas 5x15 meter. Di dalam ruangan yang diberikan nama Productivity Chamber itu, hadir juga stage serta amphitheater yang menampilkan posisi duduk berjenjang. “Ruangan Productivity Chamber idenya untuk mengakomodir multiple space scenario. Ruangannya fleksibel untuk diatur menjadi tempat workshop, seminar, movie screening, music performance, eksibisi seni dan kegiatan-kegiatan yang mendukung target pengunjung kami, yakni orang-orang yang produktif,” katanya. 

Pada bagian stage, Tujuhari menyediakan rak berisi buku-buku dan vinyl. Tujuannya adalah agar pengunjung bisa mencari inspirasi sambil membaca buku atau mendengarkan lagu-lagu yang diputar melalui vinyl player yang ada. Tujuhari memajang deretan koleksi musik klasik dan beberapa karya lawas yang jarang ditemukan di pasaran. Terdapat beragam koleksi genre music mulai dari pop, ballad, klasik, rock, jazz, seperti The Beatles, Johann Sebastian Bach, hingga musisi kontemporer yang lagi ngehits. Untuk menghadirkan kualitas akustik yang baik, ruangan dikonsep secara khusus di mana material yang digunakan juga berfungsi sebagai lapisan kedap suara. 

Di sisi lain, Audrian selaku CMO dari Tujuhari, juga meyakinkan kalau tempat kedai kopinya ini sangat “Instagrammable”. “Kita memang memikirkan pencahayaan maupun penataan ruangnya. Ini dirancang agar cocok untuk selfie maupun wefie.” (RO/M-4)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More