Rabu 20 November 2019, 13:23 WIB

Mentan Syahrul Bangga UPBS Ayam KUB Entaskan Kemiskinan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Mentan Syahrul Bangga UPBS Ayam KUB Entaskan Kemiskinan

DOK KEMENTAN
Mentan Syahril Yasin Limpo

 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan, Kementan) di Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (19/11). Di sana, Syahrul mengaku bangga unit ini telah mampu menelurkan 500 wirausahawan mandiri dan mengentaskan kemiskinan di daerah sekitarnya. 

"UPBS ini sudah menjalin kerja sama dengan institusi di Kabupaten Kudus untuk menumbuhkan 500 Wirausaha Mandiri. Juga pengentasan kemiskinan dimulai dari wilayah santri di Brebes," kata SYL. 

Mentan mengatakan dirinya memastikan kemanan semua produksi ayam sudah memiliki standar layak dan kualitas yang terjamin. Menurutnya, pakan lokal untuk petelur juga tidak menggunakan jagung sebagai langkah menekan impor. 

''Di sini sudah memiliki inovasi pendukung seperti penggunaan pakan lokal fermentasi untuk pertumbuhan. Inovasi ini juga menekan biaya pakan sebesar Rp1.100 kg dengan capaian bobot akhir 1,9 hingga 2,0 kg," ujar Mentan. 

"Kemudian kita juga melakukan penanggulangan kemiskinan melalui Integrasi Ternak KRPL, produksi telur tetas, DOC dan produksi ayam kampung siap potong baik di kalangan kelompok Brebes, Semarang maupun Boyolali," tambahnya.

Menurut Mentan, kapasitas dan potensi unit UPBS ini menampung 1.500 ekor untuk kandang dewasa, kemudian 750 ekor untuk kandang grower, dan 27.000 butir untuk mesin tetas sehingga mampu menghasilkan 12.000 per bulan untuk produksi DOC.
 
"Sebagai peta sebaran ayam, untuk jumlah distribusi mencapai 52.455 ekor, kemudian 8.568 ekor untuk diseminasi dan 34.575 ekor untuk swadaya. Jika ditotal jumlah semuanya mencapai 95.598 ekor," ujarnya bangga. 

Unit di bawah BPTP Jawa Tengah ini juga terus melakukan bimbingan teknis, pelatihan, temu usaha, pameran dan pendampingan pada peternak ayam KUB yang mengambil DOC dari UPBS BPTP Jawa Tengah. "Selain itu kami fokus memonitoring serta mengevaluasi secara berkelanjutan," tukasnya.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo juga mengunjungi Instalasi Karantina Hewan atau rumah prosesing sarang walet. Dalam kunjungan ini, Mentan meninjau berbagai proses produksi walet hingga disiapkan menjadi produk ekspor. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More