Rabu 20 November 2019, 11:32 WIB

Kalsel Zona Merah Banjir dan Angin Kencang

Denny Susanto | Nusantara
Kalsel Zona Merah Banjir dan Angin Kencang

MI/Denny Susanto
Banjir masih menjadi ancaman besar di wilayah Kalimantan Selatan, bahkan masuk dalam zona merah.

 

KALIMANTAN Selatan merupakan wilayah zona merah bencana musim penghujan seperti banjir, longsor dan angin kencang. Sepanjang 2019 terjadi 65 kali bencana banjir dan 81 kali angin ribut yang terjadi di hampir semua kabupaten/kota.

"Pemerintah belum menetapkan status terkait bencana musim penghujan ini. Tetapi gubernur telah menerbitkan himbauan agar semua daerah untuk mewaspadai ancaman bencana musim penghujan. Kalsel masuk zona merah untuk bencana seperti banjir, tanah longsor dan angin ribut," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyuddin Ujud, Selasa (19/11/2019).

Data Pusat Pengendalian dan Operasional BPBD Kalsel mencatat sepanjang 2019 ini terjadi 65 kali bencana banjir dengan jumlah warga terdampak sebanyak 8.686 keluarga atau 31.809 jiwa. Banjir menyebabkan 8.764 rumah terendam. Daerah-daerah langganan banjir meliputi Kabupaten Tanah Laut 19 kali, Tapin 16 kali, Balangan 13 kali dan Tabalong 5 kali.

"Bencana banjir tahun ini meningkat dibanding tahun 2018 yang tercatat sebanyak 32 kali, dengan jumlah korban banjir 2.402 keluarga atau 5.778 jiwa," tuturnya.

Bencana banjir banyak terjadi di daerah yang selama ini marak aktivitas pertambangan.

"Selain curah hujan, bencana banjir dipengaruhi kerusakan kawasan hutan di bagian hulu, dampak dari berbagai aktivitas seperti pertambangan," tegas Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono.

baca juga: Tiga Saksi Diperiksa Pascaledakan di Kejari Pare-Pare

Kalsel juga rawan bencana angin ribut dimana sepanjang 2019 terjadi 81 kali kejadian serangan angin ribut. Angin ribut terbanyak melanda wilayah Kabupaten Banjar 19 kali, Barito Kuala 14 kali, Balangan 12 kali serta Tanah Laut 11 kali. Ada 1.032 warga menjadi korban angin ribut, 321 rumah rusak dengan kerugian bencana Rp509 juta.

Terakhir angin kencang melanda dua wilayah kecamatan yaitu Jejangkit dan Mandastana di Kabupaten Barito Kuala. Tercatat 65 rumah yang dihuni 157 jiwa warga dan satu bangunan sekolah rusak akibat serangan angin kencang ini. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More