Rabu 20 November 2019, 10:45 WIB

Penerima PKH Telah Graduasi se Indonesia Melebihi Target

Benny Bastiandy | Nusantara
Penerima PKH Telah Graduasi se Indonesia Melebihi Target

Antara
Jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH yang graduasi mencapai 1,2 juta. Jumlahnya melebihi yang ditargetkan sebanyak 800 ribu KPM.

 

PROGRAM Keluarga Harapan (PKH) telah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Banyak peserta PKH dinyatakan graduasi dan kini mandiri, serta tidak membutuhkan bantuan dari pemerintah. Berdasarkan data Kementerian Sosial, tahun ini jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) PKH yang graduasi mencapai 1,2 juta. Jumlahnya melebihi yang ditargetkan sebanyak 800 ribu KPM. Di Kabupaten Cianjur, jumlah KPM PKH sebanyak 128.511 jiwa. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya dinyatakan graduasi.

Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI, M O Royani, menuturkan jumlah KPM PKH di Kabupaten Cianjur relatif cukup banyak. Sehingga, angka kemiskinan masih di atas rata-rata angka kemiskinan secara nasional.

"Tapi saya yakin Pemkab Cianjur terus berupaya menekan angka kemiskinan. Ini jadi pekerjaan rumah kita bersama untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Cianjur," jelas Royani saat menghadiri acara Gebyar 12 Tahun PKH di Taman Pancaniti Pendopo Cianjur, Selasa (19/11/2019).

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran untuk PKH tahun ini sebesar Rp34,4 triliun. PKH merupakan salah satu program pemerintah mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Program itu sudah digulirkan sejak 2007.

"Tujuan digulirkannya PKH ini untuk mengurangi beban pengeluaran para KPM. Artinya, setiap KPM yang masih memiliki anak usia sekolah, lansia,
disabilitas, dan lainnya dibantu melalui PKH," ungkapnya.

Targetnya, lanjut dia, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu pada program PLH dikenal istilah graduasi (tingkat kesejahteraan meningkat).

"Kami mengapresiasi Pemkab Cianjur yang peduli kepada KPM PKH. Bagi KPM yang sudah graduasi, Pemkab Cianjur memberikan bantuan tambahan modal sebesar Rp3 juta. Saya kira upaya Pemkab Cianjur ini patut diapresiasi," ungkap dia.

Termasuk perhatian kepada petugas pendamping. Pemkab Cianjur memberikan apresiasi berupa ibadah umrah bagi pendamping terbaik yang sukses mengraduasi masyarakat.

"Ada empat orang pendamping PKH yang diberangkatkan ibadah umrah," tandasnya.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, menuturkan PKH merupakan program bagus untuk membantu menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan msyarakat. PKH sinergis dengan upaya Pemkab Cianjur mengentaskan masyarakat dari jerat kemiskinan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial yang intensif menyalurkan berbagai program pengentasan masyarakat dari kemiskinan. Mudah-mudahan dengan berbagai bantuan ini, IPM (indeks pembangunan manusia) Kabupaten Cianjur jadi meningkat," terang Herman

Hampir 12 tahun digulirkannya PKH, kata Herman, di Kabupaten Cianjur relatif cukup banyak juga masyarakat kurang mampu yang sekarang telah dinyatakan graduasi. Kondisi tersebut tak bisa dilepaskan juga dari peran pendamping yang intensif mengawal program tersebut agar tepat sasaran dan tepat guna.

baca juga: BPBD Klaten Gelar Temu Relawan Penanggulangan Bencana

"Graduasi ini yakni masyarakat yang tingkat kesejahteraannya meningkat setelah mendapatkan PKH. Bagi yang sudah graduasi, Pemkab Cianjur memberikan bantuan modal tambahan sebesar Rp3 juta per KPM. Modal ini harus digunakan untuk hal-hal produktif sehingga kesejahteraan masyarakat yang asalnya di bawah garis kemiskinan terus meningkat," pungkasnya. (OL-3)

 

Baca Juga

MI/Akhmad Safuan

Blora Tambah Ruang Karantina dan Siapkan Anggaran Rp16 Miliar

👤Akhmad Safuan 🕔Senin 30 Maret 2020, 08:04 WIB
Proyek-proyek yang dibiayai DAK dan pusat dialihkan untuk anggaran tanggap korona, yang nilainya kurang lebih Rp16...
MI/Supardji Rasban

Legislator Minta Walkot Tegal Harus Buka Pagar Beton di Jalan

👤Supardji Rasban 🕔Senin 30 Maret 2020, 07:58 WIB
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan/Dapil IX Jawa Tengah, Dewi Aryani. menyarankan agar Wali Kota Tegal melakukkan isolasi di wilayah...
ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Gubernur Khofifah Imbu Perantau dari Jatim Menunda Mudik

👤Antara 🕔Senin 30 Maret 2020, 06:46 WIB
Berdasarkan data, total ada 90 orang di Jatim terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona bertambah 13 orang dari sehari sebelumnya yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya