Rabu 20 November 2019, 12:30 WIB

Rumah Hitler akan Jadi Kantor Polisi

Willy Haryono | Internasional
Rumah Hitler akan Jadi Kantor Polisi

AFP/JOE KLAMAR
Rumah tempat tinggal Adolf Hitler di Braunau Am Inn, Austria

 

RUMAH tempat kelahiran pemimpin Nazi Adolf Hitler di Austria akan dijadikan sebuah kantor polisi.

Menteri Dalam Negeri Austria Wolfgang Peschorn menyebut rencana itu bertujuan agar rumah Hitler tidak dianggap sebagai simbol Nazi.

Hitler menghabiskan beberapa pekan pertama usai kelahirannya di sebuah rumah di Kota Branau am Inn. Status rumah itu sejak lama telah diperdebatkan.

Selama bertahun-tahun, Pemerintah Austria terpaksa menyewanya dari sang pemilik rumah dalam upaya menghentikan "pariwisata sayap kanan" pendukung Nazi.

Rumah Hitler sempat menjadi pusat perawatan bagi difabel. Namun semua itu berakhir saat pemilik rumah, Gerlinde Pommer, menolak renovasi lebih lanjut. Ia juga menolak semua tawaran dari pemerintah.

Baca juga: Uni Eropa Kecam Permukiman Israel

Rencana menjadikan rumah itu sebagai pusat penampungan pengungsi pada 2014 juga berakhir gagal.

Dua tahun kemudian, Pemerintah Austria baru bisa mendapatkan rumah tersebut di bawah perintah pengadilan. Rumah itu dibeli dengan harga 810 ribu euro atau setara Rp12 miliar.

Opini warga Austria terpecah mengenai rumah Hiter. Sebagian orang memintanya agar segera dirobohkan namun ada juga yang sebaliknya. Beberapa orang meminta agar rumah itu dijadikan semacam tempat penggalangan dana atau untuk urusan rekonsiliasi.

"Penggunaan rumah sebagai kantor polisi akan memastikan bangunan tersebut tidak akan pernah lagi membangkitkan memori mengenai Sosialisme Nasional (Nazi)," tutur Peschorn, dikutip dari BBC, Rabu (20/11).

Hitler lahir di Branau am Inn, kota tempat ayahnya bekerja, pada 20 April 1889. Keluarga tinggal di rumah tersebut selama beberapa pekan setelah Hitler lahir, sebelum akhirnya pindah ke bangunan lain di area tersebut.

Mereka meninggalkan Branau am Inn saat Hitler berusia tiga tahun. Hitler pernah kembali ke kota itu pada 1938, setelah dirinya menganeksasi Austria bersama Nazi Jerman.

Di bawah kepemimpinan Hitler (1933-1945), Nazi Jerman memulai Perang Dunia II. Hitler menerapkan kebijakan genosida, yang berujung pada tewasnya sekitar 6 juta warga Yahudi dan puluhan juta prajurit serta warga sipil lainnya. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More