Rabu 20 November 2019, 08:33 WIB

Investor Mulai Bangun Pabrik Ikan di Kupang

Palce Amalo | Nusantara
Investor Mulai Bangun Pabrik Ikan di Kupang

MI/Palce Amalo
Sektor perikanan di Nusa Tenggara Timur mulai dilirik investor. Salah satunya adalah investor dari Bali yang membangun pabrik ikan di Kupang

 

KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nusa Tenggara Timur (NTT), Ganef Wurgiyanto mengatakan sektor perikanan daerah itu mulai dilirik investor. Di antaranya investor asal Denpasar, Bali yang sedang membangun pabrik pengolahan ikan dasar di kawasan Pelabuhan Perikanan, Kelurahan Tenau, Kota Kupang.

"Saat ini pembangunan pabrik sudah mencapai 90%," kata Ganef kepada Media Indonesia di Kupang, Rabu (20/11/2019).

Pabrik pengolahan ikan tersebut dijadwalkan beroperasi mulai awal 2020, dengan tenaga kerja 50% berasal dari warga NTT dan 50% dari luar NTT. Pihak investor bersama pemerintah daerah juga sudah sepakat melakukan alih teknologi kepada pekerja asal NTT.

"Pembangunan pabrik ikan ini untuk tujuan ekspor. Saat ini investor sudah beroperasi menangkap ikan di perairan NTT, tetapi pengolahannya masih dilakukan di Jawa sampai pabrik selesai dibangun," ujarnya.

Menurutnya, pihak perusahaan juga mendatangkan 70 kapal penangkap ikan dengan tonase 30 GT untuk beroperasi di daerah itu. Seluruh kapal didatangkan dari Pakarungan, Madura. Untuk nelayan lokal, selama 2019, DKP NTT menyerahkan bantuan kapal 3 GT sebanyak 30 unit untuk menangkap ikan dalam radius 4 mil dari pantai.

Selanjutnya pada 2020, DKP menganggarkan pengadaan kapal sebanyak 76 unit untuk dibagikan kepada masyarakat pesisir. Menurut Ganef, pemerintah membagikan kapal berukuran kecil agar menjangkau banyak nelayan. Pasalnya kapal berukuran besar terbatas.

"Selain itu anggota kelompok nelayan juga rawan gesekan sehingga membuat pemanfaatan kapal tidak maksimal." katanya.

baca juga: Hasil Kebun Petani Jawa Tengah Mendunia

Pengadaan kapal kecil lebih murah dibandingkan kapal berukuran besar.

"Anggaran terbatas, kalau bangun kapal besar, otomatis hanya mencover beberapa orang saja," tandasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More