Rabu 20 November 2019, 10:10 WIB

Dua Kubu PPP Optimistis Gelar Mukernas Bersama

Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Dua Kubu PPP Optimistis Gelar Mukernas Bersama

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Humphrey Djemat.

 

KETUA Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Humphrey Djemat mengaku telah beberapa kali bertemu dengan Plt Ketum PPP Pondok Gede Suharso Monoarfa. Terakhir, pertemuan dilakukan di kediaman mantan Ketum PPP Hamzah Haz, Sabtu (16/11).

Humphrey optimistis kedua belah pihak akan kembali bersatu. Usaha keduanya juga mendapat sambutan positif dari Hamzah Haz, akar rumput, konstituen, dan juga kader-kader PPP dari seluruh Indonesia.

"Ini semakin jelas arah kedua kubu PPP untuk secara lebih serius menyatu. Apalagi usaha kedua ketum ini disambut sangat positif dan antusias oleh akar rumput, konstituen, juga kader-kader PPP seluruh Indonesia," kata Humphrey.

Humphrey mengutip ucapan Hamzah Haz bahwa jika dirinya dan Suharso sudah duduk bersama dan sepakat islah, perseteruan konflik partai berlambang Kakbah itu selesai. Menurutnya, muktamar bersama diperlukan untuk menyudahi dualisme yang berlarut-larut. Dalam islah nanti juga akan disiapkan struktur penyatuan organisasi PPP. Selain itu, dengan muktamar bersama diharapkan pula islah juga merangkul kalangan atas sampai bawah.

Menurut Humphrey, mekanisme organisasi menurut AD/ART PPP ialah melalui mukernas yang bisa mengambil keputusan sebelum dilakukannya muktamar.

PPP Muktamar Jakarta, imbuh Humphrey, akan menyelenggarakan Mukernas IV pada 30 November-1 Desember 2019. Salah satu agenda pentingnya ialah menentukan arah penyatuan PPP. Selain itu, PPP yang dipimpin Suharso Monoarfa juga akan melakukan mukernas, Desember mendatang. Selanjutnya, Humphrey dan Suharso mengolah hasil mukernas untuk mewujudkan muktamar bersama yang bermartabat dan setara.

Hamzah Haz mengakui elektabilitas PPP makin menurun. Dia khawatir PPP tidak akan mampu bersaing di Pemilu 2024. "Dari 58 kursi (jumlah perolehan kursi DPR RI), 39 kursi, dan yang terakhir 19 kursi. Bagaimana nanti Pemilu 2024? Saya enggak tahu bagaimana," kata Hamzah Haz, Minggu (17/11).

"DKI, DPRD-nya dari 10 kursi tinggal 1 kursi (jumlah perolehan kursi PPP dalam DPRD DKI Jakarta 2019-2024). Pusatnya tidak ada. Padahal DPP ini di Jakarta," lanjut dia.

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Politikus senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz.

 

Hamzah juga bercerita soal kekhawatirannya kepada PPP kian memuncak ketika dua penggantinya mendapat musibah. Dia pun mencontohkan mantan Ketum PPP Suryadharma Ali dan M Romahurmuziy alias Rommy yang tersandung kasus korupsi.

"Apa yang sudah saya rintis, semua tidak dapat diteruskan. Bahkan, yang sedihnya, dua pengganti saya dapat musibah. Saudara Rommy dalam tahanan, dua pengganti saya seperti itu," ucapnya. (Iam/Zuq/Ant/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More