Rabu 20 November 2019, 08:20 WIB

Polri Tangkap 71 Terduga Teroris

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polri Tangkap 71 Terduga Teroris

MI/Susanto
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal.

 

KEPALA Divisi Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengatakan pihaknya telah menangkap 71 terduga teroris di sejumlah wilayah. Langkah itu dilakukan pascaperistiwa bom bunuh diri di Kantor Polrestabes Medan.

"Ini preventive strike juga pascaledakan bom di Polrestabes Medan, sudah kami tangkap 71 terduga teroris," kata M Iqbal di Jakarta, kemarin.

Terduga teroris yang ditangkap terdiri atas 5 orang di Pekanbaru, 3 orang di Jabodetabek, 5 orang di Banten, 11 orang di Jateng, 11 orang di Jabar, 1 orang di Kalimantan, 2 orang di Jatim, 1 orang di Sulsel, dan 30 orang di Medan. Di Aceh awalnya ditangkap 4 orang, tetapi 2 orang dipulangkan karena tak terbukti.

Iqbal menjelaskan upaya penangkapan terduga teroris jelang Natal dan Tahun Baru itu juga telah berlanjut ke tahap penyidikan.

"Lanjut penyidikan 68 orang. Meninggal 3 orang, yakni 1 bom bunuh diri dan 2 (ditembak) karena melawan," sebutnya.

Kabid Humas Polda Sumatra Utara Kombes Tatan Dirsan Atmaja meminta pengurus warga dan pemerintah setempat lebih terperinci mencatat dan mendata kegiatan-kegiatan masyarakat yang mencurigakan.

"Ciri-cirinya, jumlahnya sedikit, tertutup, terkesan sembunyi-sembunyi dalam melakukan aktivitas, dan tidak berinteraksi dengan warga," ungkapnya.

MI/Widjajadi

Densus 88 Gelar Serangkaian Penangkapan 71 Terduga Teroris Pasca Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan:

 
 

Kombes Tatan juga meminta masyarakat untuk mengamati penggunaan media sosial oleh anggota keluarga karena anggota jaringan teroris menjalin komunikasi dan merekrut anggota baru melalui media sosial.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin menyebutkan masih ada rekening anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Indonesia yang aktif kembali meskipun sudah dibekukan. Rekening itu menggunakan nama yang berbeda.   

Menurut Kiagus, teroris zaman sekarang tidak lagi menerima uang dari dalam negeri, tetapi dibagikan di luar negeri dan baru kemudian dibawa ke Indonesia.

Ia menambahkan, modus aliran dana para teroris masih terus mengalami perkembangan. "PPATK akan terus mendeteksi aliran dana yang mencurigakan."  (Fer/UL/FL/YP/KG/Ant/X-11)

Baca Juga

Dok. Kemenko Polhukam

Mahfud: Fase Demokrasi di Indonesia Masih Prosedural

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 24 November 2020, 17:50 WIB
Demokrasi Indonesia juga ditandai oleh volatilitas yang cukup tinggi, khususnya terkait pemenuhan hak-hak politik dan kinerja lembaga...
Dok MI

Polri Selidiki Pelanggaran Kampanye Cagub Mulyadi di Pilgub Sumbar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 24 November 2020, 17:25 WIB
Pelapor sendiri dugaan pelanggaran ialah paslon nomor urut empat, Yogi Ramon Setiawan. Yogi membuat laporannya di Bawaslu RI dan telah...
MI/MOHAMAD IRFAN

Ahli Paparkan Dampak Hukum Surat Jalan Palsu Joko Tjandra

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 24 November 2020, 17:20 WIB
Pembuktian kasus, menurut saksi ahli, harus memastikan buktinya berupa surat jalan palsu diperlihatkan ke majelis...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya