Rabu 20 November 2019, 05:20 WIB

Petenis Pelatnas Terus Asah Kemampuan

Despian Nurhidayat | Olahraga
Petenis Pelatnas Terus Asah Kemampuan

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
BNI Tennis Open 2019 yang digelar pada 16-22 November itu menjadi ajang persiapan petenis Indonesia jelang SEA Games 2019 di Filipina

WALAU belum mengetahui akan diturunkan di nomor apa, anggota tim tenis Indonesia yang dipersiapkan menghadapi SEA Games 2019 menyatakan siap untuk tampil di nomor apa pun.

"Saya belum mengetahui akan diturunkan di nomor apa. Yang pasti, saya siap jika dimainkan di nomor tunggal maupun ganda," ungkap petenis putri Priska Madelyn Nugroho, kemarin.

Hal senada diungkapkan Muhammad Rifqi Fitriadi. Ia menegaskan sudah melakukan hal yang maksimal mulai dari latihan sampai turnamen menjadi tantangan yang akan terus dia hadapi. "Sekarang ibaratnya sudah tidak ada gigi mundur. Fokus terus menuju SEA Games 2019 di Filipina, awal bulan depan," ujarnya.

Kesiapan untuk tampil di SEA Games Filipina juga diungkapkan David Agung Susanto. Seperti Priksa, David mengaku belum tahu akan tampil di nomor apa.

"Soal itu saya serahkan ke manajer. Namun, saya berharap diturunkan di nomor ganda putra. Tapi kita lihat nanti saja karena itu hak manajer," jelasnya.

Dari cabang wushu, absennya Lindswell Kwok yang telah pensiun sama sekali tidak mengurangi keyakinan untuk meraih prestasi di Filipina. Mereka optimistis target tiga medali emas yang dibebankan bisa diraih dengan kekuatan tim yang ada saat ini.

"Peluang memenuhi target terbuka. Tanpa Lindswell, kita berpeluang meraih emas melalui Edgar Xavier Marvelo di nomor sanda dan changquan putra serta satu emas lainnya dari nomor beregu," ungkap manajer tim wushu Indonesia Iwan Kwok.

Lebih jauh, Iwan Kwok menyebut di nomor sanda, Vietnam dan Filipina merupakan pesaing terberat. "Di taolu itu yang harus diwaspadai Malaysia, sedangkan di changquan Singapura dan Malaysia menjadi lawan berat," jelasnya.

Tingkatkan sinergi

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menegaskan bertekad untuk meningkatkan sinergi para pemangku olahraga di Indonesia, yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan NOC (Komite Olimpiade Indonesia). Hal itu diperlukan untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia.

"Kami bertekad antara Kemenpora, KONI, dan NOC akan bekerja sama dan bersinergi terus-menerus sehingga tidak ada lagi sekat di antara kita. Saya senang dengan komunikasi yang telah terjalin antara saya dan Ketua Umum KONI, maupun Ketua NOC," ungkap Zainudin.

Zainudin menambahkan, dengan terbangunnya sinergi di antara para pemangku kepentingan olahraga di Indonesia, pengelolaan olahraga akan semakin maju. Selain itu, komunikasi dikatakan menjadi salah satu hal yang penting untuk membangun sinergi.

"Saya optimistis pengelolaan olahraga kita semakin maju karena komunikasi kita lancar. Kalau komunikasinya terhambat, akan berdampak pada urusan olahraga khususnya pembinaan," lanjutnya.

Ketua Umum KONI Marciano Norman mengatakan sinergi juga akan berdampak pada peningkatan prestasi. "Sinergi antara Kemenpora dan KONI merupakan hal penting untuk peningkatan prestasi," jelasnya. (Faj/R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More