Selasa 19 November 2019, 20:00 WIB

Bupati Dukung Intervensi Dana Desa Percepat Eliminasi Malaria

Alexander P Taum | Nusantara
Bupati Dukung Intervensi Dana Desa Percepat Eliminasi Malaria

MI/Alexander P Taum
Workshop dan advokasi Pengintegrasian Program Malaria dalam Pengelolaan Dana Desa Guna Percepatan Eliminasi Malaria di Lembata, NTT.

 

BUPATI Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Eliazer Yentji Sunur, mendukung upaya Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki), mengintegrasikan program malaria dalam pengelolaan Dana Desa. Intervensi Dana Desa diharapkan dapat mempercepat upaya eliminasi malaria di seluruh wilayah Kabupaten Lembata.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lembata dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bupati, Siprianus Meru, Selasa (19/11), dalam kegiatan pembukaan workshop dan advokasi Pengintegrasian Program Malaria dalam Pengelolaan Dana Desa Guna Percepatan Eliminasi Malaria di Kabupaten Lembata di Aula Hotel Palm Lewoleba.

Dalam sambutannya, Bupati Sunur menegaskan, malaria merupakan musuh bersama, sehingga berbagai program digerakan dari Kementerian Kesehatan di tingkat pusat hingga ke puskesmas di desa. Jika Pemerintah Pusat menargetkan pada 2030 terjadi eliminasi total malaria, Pemerintah Kabupaten Lembata justru menargetkan eliminasi total malaria pada 2023 atau lebih cepat 8 tahun dari target pusat.

"Oleh karena itu, dibutuhkan kerja cepat dan kerja cerdas, melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Perdhaki yang bekerja sama dengan Yayasan Papa Miskin naungan Dekenat Lembata telah bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Lembata dalam percepatan eliminasi malaria di Lembata," ujar Bupati.

 

Baca juga: Selamatkan UMKM, Sultan Minta Tidak Ada Rest Area di Tol DIY

 

Dikatakan, dari sinergi tersebut telah menunjukkan hasil menggembirakan pada 2019, terjadi penurunan siginifikan angka pengidap malaria di Lembata.

"Saya minta kita jangan berpuas diri karena terjadi angka penurunan malaria. Kita perlu terus bergerak bersama, membangun inovasi mengeliminasi malaria, dengan mengintegrasikan program eliminasi malaria melalui Dana Desa, agar gerakan itu mengakar hingga ke tingkat desa," ujar Sunur.

Sementara itu, Ketua Yayasan Papa Miskin, Romo Kristo, menjelaskan, sejak 2015 bersama Pordhaki, pihaknya sudah berkoordinasi SR PWKA Ende, SSR YPM Dekenat Lembata dan SSR YPM Dekenat Lembata II, mendampingi 10 desa UKBM, 10 desa pengembangan wilayah kerja UKBM, dan 3 UPK guna menyukseskan program pemberantasan malaria di Lembata.

"Karena itu sebagai langkah strategis, sebagai langkah keberlanjutan program malaria Perdhaki dan percepatan eliminasi malaria kami menyelenggarakan workshop dan advokasi pengintegrasian program malaria dalam pengelolaan dana desa. Kita berharap program pemberdayaan di desa guna mengeliminasi malaria terus dilanjutkan setelah YPM dan Perdhaki meninggalkan Desa Binaan," ujar Romo Kristo. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More