Rabu 20 November 2019, 00:00 WIB

Demonstran Hong Kong Bertahan di Kampus

Demonstran Hong Kong Bertahan di Kampus

AFP
Demonstran Hong Kong Bertahan di Kampus

 

SEKITAR 200 orang pengunjuk rasa prodemokrasi Hong Kong hingga kemarin tetap bertahan di kampus Polytechnic University yang dikepung oleh polisi. Bentrokan antara polisi dan demonstran sebelumnya melibatkan gas air mata, meriam air, dan peluru berlapis karet. Para pemrotes membalas dengan senjata improvisasi mereka sendiri.

Siswa-siswa sekolah menengah termasuk di antara mereka yang bersembunyi di dalam PolyU. Banyak yang meringkuk dalam selimut darurat untuk menjaga diri mereka tetap hangat.

Beberapa pengunjuk rasa berhasil melarikan diri di malam hari dengan merayap menuruni tali dari jembatan ke jalan di bawah kampus. Mereka kemudian dijemput dengan sepeda motor.
 
Sementara demonstran yang lain mulai putus asa dan mencoba mencari meloloskan diri dengan menembus sejumlah lobang got.
Total sekitar 600 demonstran kini telah keluar dari kampus. Sekitar 200 pendemo yang berusia di bawah 18 tahun keluar dengan didampingi oleh pejabat sekolah. Polisi mencatat identitas mereka yang masih di bawah umur dan kemudian melepaskan mereka. Sedangkan orang-orang dewasa ditahan dengan tuduhan berbuat kerusuhan dan terancam hukuman penjara 10 tahun.

Dalam komentar publik pertamanya tentang krisis PolyU, pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan pengunjuk rasa yang tersisa harus menyerah jika menginginkan akhir yang damai.

Sementara itu, Dewan HAM PBB mendesak otoritas Hong Kong untuk mendinginkan suasana dan memperhatikan kondisi yang terus memburuk. PBB juga menyebut tindakan demonstran, yang menggunakan kekerasan terhadap polisi, tidak bisa dibenarkan.

Sebelumnya kampus-kampus relatif tidak terpengaruh oleh unjuk rasa di Hong Kong. Namun situasi ini berubah setelah tewasnya seorang mahasiswa.  Pekan lalu, bentrokan dengan polisi juga terjadi di kampus Chinese University of Hong Kong. (AFP/BBC/Hym/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More