Selasa 19 November 2019, 18:50 WIB

Selamatkan UMKM, Sultan Minta Tidak ada Rest Area di Tol DIY

Antara | Nusantara
Selamatkan UMKM, Sultan Minta Tidak ada Rest Area di Tol DIY

ANTARA FOTO/Agus Nugroho
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X

 

GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan tidak akan ada rest area yang dibangun di jalan tol yang melewati wilayah DIY untuk menyelamatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) setempat.

"Pelaku UMKM tidak mungkin bisa berjualan di rest area. Selama rest area itu merupakan bagian dari jalan tol," kata Sri Sultan seusai meresmikan JPO Ambaramarga di Sleman, Selasa.

Menurut dia, jika dibangun rest area, yang diuntungkan hanyalah pengusaha besar sebab UMKM diprediksi tidak akan mampu untuk menyewa tempat.

"Kami tidak setuju kalau seperti itu. Rencananya rest area akan diinvestasikan untuk pemerintah daerah di luar pemahaman tol," katanya.

Ia mengatakan, meskipun tidak ada rest area di jalan tol, masih ada jalan yang bisa keluar atau masuk kembali ke jalan tol. Kebijakan itu sekaligus sebagai investasi pemda untuk kemajuan UMKM.

"Intinya kami tidak ingin seperti tempat lain. Begitu ada tol mati semua," katanya.

Sultan menegaskan, pihaknya ingin adanya tol bisa menjadi pengungkit untuk pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta.

Pada triwulan ketiga 2019 ini, pertumbuhan ekonomi di Yogyakarta mencapai 7,5 persen. Lebih tinggi dari tahun lalu yang disebutnya hanya mencapai 5,4 persen.

"Kami ingin mengambil kebijakan agar pertumbuhan ekonomi itu bisa dipertahankan pada tahun mendatang," katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen Wijayanto mengatakan tidak akan ada rest area di Yogyakarta.

"Rest area nanti berada di Klaten. Rest areanya tidak di tol," katanya.

Menurut dia, selama ini masih ada masyarakat yang salah persepsi. Rest area hanyalah tempat istirahat sementara. Bukan tempat istirahat yang paling nyaman dan kemudian di dalam rest area dibangun hotel.

"Ini tidak boleh. Contohnya saat mudik itu jika terlalu lama di rest area akan diminta pergi," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya mengapresiasi konsep yang diajukan Gubernur DIY.

"Dengan tidak adanya rest area, orang yang melewati Yogyakarta bisa keluar tol untuk belanja dan istirahat, sehingga yang dipercantik justru di luar tol dan bukan di dalam tol. Tidak akan ada rest area tapi ada on off dan itu menyatu di ring road," katanya.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More