Rabu 20 November 2019, 01:15 WIB

Spray ini Bikin Tinja Ogah Menempel di Toilet

Irana Shalindra | Weekend
Spray ini Bikin Tinja Ogah Menempel di Toilet

Unsplash/Fran Hogan
Para peneliti di AS menciptakan cairan pelapis toilet yang menjadikan toilet superlicin dan lebih hemat air.

Para peneliti di AS mengatakan mereka telah menciptakan cairan pelapis toilet yang menjadikannya superlicin. Hal itu diyakini dapat membantu menghemat air dalam jumlah besar di seluruh dunia.

Para ilmuwan di Penn State University mengatakan lapisan itu memotong jumlah air yang dibutuhkan untuk menyiram kotoran hingga 90%.

Mereka mengatakan itu juga mencegah bakteri menumpuk di dalam jamban dan mengurangi bau yang terkait.

Semprotan, yang konon lebih licin daripada Teflon itu, akan terdampak oleh urin sehingga toilet perlu dilapis kembali setelah kurang lebih 50 siraman (flush).

Para peneliti berharap penemuan itu dapat membantu mengurangi limbah air. Setiap hari, lebih dari 141 miliar liter air digunakan untuk menyiram toilet.

Menurut para peneliti, yang mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal Nature Sustainability, seperti dilansir oleh BBC, air yang digunakan untuk menyiram toilet dunia setiap hari itu setara dengan enam kali konsumsi air di seluruh Afrika.

"Tim kami telah mengembangkan lapisan antibakteri, cairan, lumpur-dan-penolak bakteri yang kuat yang pada dasarnya dapat membuat toilet dibersihkan sendiri," Tak-Sing Wong, associate professor teknik mesin di universitas, mengatakan kepada Penn State News.

"Kotoran yang menempel di toilet tidak hanya menyebalkan bagi pengguna, tetapi juga menghadirkan masalah kesehatan yang serius," katanya. "Tujuan kami adalah membawa teknologi yang berdampak ke pasar sehingga semua orang dapat memperoleh manfaat," tambahnya.

Sayangnya, masih belum jelas kapan produk tersebut akan dipasarkan untuk masyarakat awam maupun estimasi biayanya. (M-2)

BACA JUGA: Deteksi Kanker dengan Plester ini

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More