Selasa 19 November 2019, 15:00 WIB

Diare dan DBD Mewabah di NTT, Dua Meninggal

Palce Amalo | Nusantara
Diare dan DBD Mewabah di NTT, Dua Meninggal

Ilustrasi
Ilustrasi

 

DUA warga meninggal dunia dan puluhan dirawat, akibat wabah diare dan demam berdarah dengue (DBD) yang melanda dua pulau di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak tiga pekan terakhir.

Wabah DBD melanda warga Pulau Palue, Kecamatan Alok Timur.

Dua korban meninggal sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hiller Maumere, di ibu kota Kabupaten Sikka. Satu korban bernama M Dilal,3, dan satu orang lagi berusia 3,7 tahun, belum dilaporkan identitasnya.

Sedangkan di Pulau Palue, Kecamatan Palue, puluhan penderita diare menjalani perawatan di puskesmas setempat.

"Kami sudah mengirim tim kesehatan ke lapangan. Di sana tidak ada jaringan telepon seluler sehingga belum ada laporan  perkembangan
penanganan korban," kata Pengelola Program Malaria bidang Pencegahan dan emberantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Sikka, Erwin, hari ini.

Menurut Erwin, wabah DBD di Sikka terjadi setiap bulan, sejak Januari 2019. Total kasus Januari-November sebanyak 530 dengan korban meninggal 13 orang. Selain itu, puluhan orang dirawat di berbagai daerah karena malaria yakni Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Alor, Kupang, Belu, Timor Tengah Selatan dan Sikka. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More