Selasa 19 November 2019, 13:21 WIB

Siswa Korban Kebakaran Gedung SMK Yadika 6 Kritis

Gana Buana | Megapolitan
Siswa Korban Kebakaran Gedung SMK Yadika 6 Kritis

ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Suasana gedung Sekolah SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Yadika (Yayasan Abadi Karya) 6 pascakebakaran di Jatiwaringin, Jakarta Timur, Selasa

 

SEORANG siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yadika 6 Pondok Gede, SAP, 15, kritis. Hingga kini, Selasa (19/11), SAP masih mendapat perawatan di ruang PICU RS Koja, Jakarta Utara.

Kasubbag Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan SAP mengalami luka cukup parah setelah lompat dari lantai 4 gedung SMK Yadika. Selain luka bakar, korban mengalami pendarahan di otak.

“Luka bakar ada di bagian tangan kanan dan kiri, korban juga mengalami pendarahan di otak akibat benturan saat lompat dari lantai 4,” ungkap Erna, Selasa (19/11).

Erna menjelaskan belasan korban lain pun sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit terdekat, Puskesmas Tipe D Pondok Gede dan Rumah Sakit Yadika, Pondok Gede. Namun, mereka sudah diperkenankan pulang. Sedangkan luka SAP yang parah harus mendapat perawatan intensif.

“Para korban ada yang luka karena benda, ada yang patah tulang juga karena lompat dari lantai 2 dan lantai 3, ada yang sesak nafas, ada yang trauma. Korbannya itu siswa, guru dan petugas damkar juga ada,” jelas Erna.

Baca juga: Gedung SMK Terbakar, Belasan Siswa Terluka

Seperti diketahui, SMK Yadika 6 yang terletak di Jalan Wadas Raya, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, terbakar, Senin (18/11) sore. Api yang merambat dengan cepat itu membuat siswa kalang kabut. Bahkan, sejumlah siswa nekat melompat dari lantai 3 untuk mengindari amukan api.

Dari peristiwa itu, sebanyak 14 orang mengalami luka patah tulang dan luka bakar. Api yang muncul sejak pukul 15.30 WIB berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam sekitar pukul 20.30 WIB.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More