Selasa 19 November 2019, 12:09 WIB

Sidang Pemakzulan Kian Pojokkan Trump

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Sidang Pemakzulan Kian Pojokkan Trump

AFP/Brendan Smialowski
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi semakin banyak kesaksian yang berpotensi merusak dalam skandal Ukraina ketika minggu kritis audiensi pemakzulan publik dibuka, Selasa (19/11), di DPR AS.

Trump bahkan menyatakan ia mungkin bersaksi dalam penyelidikan yang mengancam kepresidenannya. Namun, hal itu tidak berdampak pada rencana Komite Intelijen Dewan untuk mewawancarai sembilan saksi minggu ini.

Saksi paling penting, salah satunya adalah Gordon Sondland, Duta besar AS untuk Uni Eropa, yang diduga mengirimkan permintaan Trump kepada pemerintah Ukraina.

Permintaan itu adalah untuk menemukan kesalahan pada pesaing utamanya dari Demokrat untuk Gedung Putih 2020 Joe Biden.

Dengar pendapat itu juga mencakup para diplomat yang telah memberikan kesaksian secara pribadi bahwa Trump dan Sondland berulang kali mendorong Kiev untuk membuka penyelidikan terhadap Biden dan menahan hampir US$400 juta bantuan sebagai tekanan.

Baca juga: Tillerson: Jika Terbukti, Tindakan Trump Salah

Pemimpin DPR Nancy Pelosi, Senin (18/1), mengatakan dalam sepucuk surat kepada sesama Demokrat bahwa Trump terlibat dalam pemerasan dan penyuapan.

"Fakta-faktanya tidak dapat dibantah, presiden menyalahgunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadinya, politik, dengan mengorbankan kepentingan keamanan nasional kita," kata Pelosi.

Demokrat mengisyaratkan mereka akan terus bergerak maju dengan penyelidikan, menjadwalkan sembilan saksi minggu ini.

Pada Selasa (19/11) pagi, Komite Intelijen akan mendengar kesaksian dari Jennifer Williams, penasihat Wakil Presiden Mike Pence, dan Alexander Vindman, seorang ahli Ukraina di Dewan Keamanan Nasional.

Keduanya mendengarkan panggilan telepon utama Trump 25 Juli dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Trump dalam percakapan telepon itu menekan Zelensky meluncurkan investigasi terhadap Biden.

Pada sore harinya, Kurt Volker, mantan utusan khusus AS untuk Ukraina, dan pejabat Dewan Keamanan Nasional Timothy Morrison akan memberikan kesaksian.

Begitu Demokrat menyelesaikan proses penyelidikan, mereka akan menyiapkan bukti yang dikumpulkan untuk dikirim ke Komite Kehakiman DPR untuk menyusun artikel pemakzulan.

Demokrat juga menuntut kesaksian dari beberapa pejabat senior Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS, terutama kepala staf Trump, Mick Mulvaney, yang secara pribadi membahas kebijakan Ukraina dengan Trump.

Namun, sejauh ini, Gedung Putih menolak membiarkan mereka bersaksi dan merilis catatan. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More