Selasa 19 November 2019, 09:42 WIB

Korban Kebakaran Dapat Bantuan Bupati

Djoko Sardjono | Nusantara
Korban Kebakaran Dapat Bantuan Bupati

MI/Djoko Sardjono
Bupati Klaten Sri Mulyani (berpayung) saat meninjau rumah milik Prapto Mulyono yang ludes terbakar.

 

BUPATI Klaten Sri Mulyani mendatangi keluarga Prapto Mulyono, 77, warga Dukuh Wonorejo, Desa Temuwangi, Kecamatan Pedan, Klaten (Jateng), yang rumahnya ludes terbakar pada Sabtu (16/11/2019) lalu. Kedatangan Bupati Sri Mulyani yang didampingi Asisten I Rony Roekmito, Kepala Dinas Sosial Muh Nasir, dan Kepala BPBD Klaten Sip Anwar untuk
menyerahkan bantuan korban kebakaran tersebut.

Prapto Mulyono menceritakan rumah berukuran 12 x 14 meter  miliknya terbakar saat ia sedang merebus air dan ditinggal ke rumah anaknya karena ada telepon dari Bengkulu. Dalam kejadian tersebut, dilaporkan lima kambng peliharaan korban ikut terpanggang dan mati semua. Selain itu, sepeda onthel 12 unit dan uang Rp15 juta yang disimpan dalam rumah juga terbakar habis.

Bupati Sri Mulyani kepada Prapto Mulyono yang didampingi Camat Pedan Wahyuni Sri Rahayu dan Kades Temuwangi Marwan Tujiarto menyatakan turut prihatin atas kejadian kebakaran yang meludeskan rumah korban. Untuk membantu korban kebakaran tersebut, bupati menyerahkan bantuan sejumlah uang untuk kebutuhan dasar, beras, mie instan, lauk pauk, alas tidur/karpet, selimut, dan alat mandi yang diterima langsung korban.

Menurut Sri Mulyani, untuk membangun kembali rumah korban yang ludes dilalap si jago merah dua hari lalu itu akan segera diupayakan melalui dana bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMD di Klaten.

baca juga: Pekerja Migran Flores Timur Jadi Perhatian

Dalam kesempatan tersebut, asyarakat diingatkan bahwa  kejadian kebakaran rumah Prapto Mulyono menjadi pelajaran untuk senantiasa berhati-hati dalam melakukan aktivitas memasak di dapur. (JS/Djoko Sardjono)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More