Selasa 19 November 2019, 08:10 WIB

Tersangka Penyiram Air Keras Cenderung Benci Perempuan

Candra Yuri Nuralam | Megapolitan
Tersangka Penyiram Air Keras Cenderung Benci Perempuan

Antara
Tersangka VY (berbaju oranye) ada kecenderungan membeci perempuan karena dianggap makhluk lemah.

 

PSIKOLOG Kasandra Pranoto yang memeriksa tersangka penyiraman air keras Vindra Yuniko, 29 mengatakan bahwa tersangka cenderung benci perempuan.

"Dia lebih tertarik pada gim daripada lawan jenis atau, itu juga merupakan," kata Kasandra di Polda Metro Jaya, Senin (18/11/2019) usai memeriksa kondisi psikologis tersangka.

Tersangka juga punya pemahaman bahwa perempuan adalah kaum lemah. Hal itulah menjadikan tersangka memasang target perempuan menjadi korban penyiraman air keras. Perempuan yang ditarget disengajakan yang memakai rok.

"Karena kalau pakai rok berarti enggak bisa mengejar karena dia pakai motor. Kalau misal korban laki-laki bisa jadi laki-laki akan mengejar dan membalas, dan lainnya," ujar Kasandra.

Namun saat ini Kasandra masih mendalami keterangan Vindra. Berdasarkan pemeriksaan, tersangka kerap labil dalam menyampaikan pernyataannya kepada penyidik.

"Tapi kenyatanya bisa ditangkap dia masih bersifat tidak konsisten dalam menjawab. Dan ada kecendrungan untuk melebih-lebihkan respons jawabannya saat ditanya alasannya mengapa menyakiti orang lain."

Selain itu, tersangka juga menuntut agar diberikan biaya pengobatan lanjutan usia jatuh dari lantai tiga pada 2015. Sejak ia mengalami kecelakaan dan tidak mendapatkan pertolongan pengobatan, dia memutuskan menyengsarakan orang lain.

"Tersangka melakukan aksinya karena frustasi dan tidak dapat biaya pengobatan. Padahal selama ini semua sudah diberikan oleh pihak pekerja," lanjut Kasandra.

Kasandra mengatakan berdasarkan penemuan polisi, orang yang mempekerjakan Vindra sudah memberikan kompensasi saat insiden tahun 2015. Namun, kompensasi yang diberikan hanya pengobatan rumah sakit biasa. Tersangka mengaku empat tahun usai insiden itu masih kerap merasakan nyeri di bagian badannya yang membutuhkan obat. Hal itulah yang menjadi tuntutan tersangka agar mendapatkan pengobatan lanjutan.

"Ada bagian seperti mata, punggung yang nyeri karena ada cedera itu yang dipermasalahkan karena enggak ada bantuan pengobatan lanjutan. Karena yang dia tuntut adalah bantuan pengobatan lanjutan," tutur Kasandra.

baca juga: Tersangka Penyiraman Air Keras Kecanduan Gawai, Gim dan Miras

Atas dasar itulah Vindra menyebut dirinya tidak diperhatikan keluarga dan orang sekitar saat dia sakit. Hal itu juga yang membuat tersangka termotivasi untuk menyengsarakan orang lain.

"Dia hanya semata-mata ingin membalas dendam pada semua orang secara acak. Yang penting adalah orang-orang merasakan penderitaan dia yang tentu saja tidak adil dan tidak sesuai dengan nilai kewajaran dan nilai kasih sayang kepada sesama," ucap Kasandra. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More