Selasa 19 November 2019, 09:30 WIB

KJRI Pastikan Aktivitas WNI di Hong Kong tidak Terganggu

Antara | Internasional
KJRI Pastikan Aktivitas WNI di Hong Kong tidak Terganggu

AFP/Philip FONG
Demonstran di Hong Kong Polytecnic University membakar sejumlah benda.

 

KONSULAT Jenderal RI di Hong Kong memastikan warga negara Indonesia (WNI) dalam keadaan aman setelah beberapa kali aksi demonstrasi melanda kota itu. Aktivitas warga dipastikan berjalan normal.

"Hong Kong memanas hanya di wilayah-wilayah tertentu. Di wilayah lain masih sangat aman dan kondusif, aktivitas juga masih berjalan normal. Kami pastikan WNI kita dalam keadaan aman," kata Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Ricky Suhendar, Senin (18/11).

Ricky mengungkapkan, demonstrasi beberapa hari terakhir ini hanya terpusat di kampus-kampus perguruan tinggi di Hong Kong. Pasalnya kegiatan perkuliahan telah dihentikan hingga akhir semester.

"Mahasiswa Indonesia memutuskan pulang ke Tanah Air," ujar Ricky.

Baca juga: Polisi Hong Kong Serbu Kampus PolyU

Beberapa mahasiswa yang masih berada di Hong Kong, tidak tinggal di dalam kampus. Pihaknya juga telah memastikan mahasiswa yang masih menetap dalam kondisi aman.

Sementara itu, dua perguruan tinggi Hong Kong mengeluarkan larangan kepada orang yang tidak berkepentingan memasuki areal kampus kecuali staf dan pelajar.

Seperti diberitakan South China Morning Post, kebijakan tersebut diambil Universitas Hong Kong dan Universitas Baptist setelah kampus Universitas Politeknik Hong Kong berubah menjadi ajang pertempuran jarak dekat antara pengunjuk rasa dan polisi pada Minggu (17/11).

Beberapa hari sebelumnya, kampus Universitas China di kawasan perbukitan Shatin juga mengalami hal serupa. Ratusan pengunjuk rasa yang mengenakan masker dan polisi masih terjebak di dalam kampus Universitas Hong Kong dalam bentrokan selama lebih dari 24 jam.

Para pengunjuk rasa juga masih bertahan di dalam kampus Universitas Politeknik Hong Kong di kawasan Hung Hom, meskipun sudah berkali-kali diberi peringatan oleh polisi. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More