Selasa 19 November 2019, 06:32 WIB

Ini Alasan Aset First Travel Dirampas Negara

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Ini Alasan Aset First Travel Dirampas Negara

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Petugas melintas diantara mobil sitaan aset First Travel

 

KEPALA Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Abdullah menjelaskan alasan aset First Travel dirampas untuk negara. Salah satunya adalah ketidakjelasan jumlah aset yang akan diberikan kepada korban.

"Persoalannya ini korban itu siapa. Kan tidak terurai dalam surat dakwaan, juga tidak pernah dihadirkan di persidangan. Ini jumlahnya 63.310 orang (calon jamaah) yang belum berangkat," kata Abdullah dalam program Prime Talk Metro TV, Senin (18/11).

Abdullah menjelaskan hakim dalam memutus perkara telah mempertimbangkan sejumlah hal. Ia mencontohkan, sulitnya membuktikan asal aset First Travel seperti aset yang telah berubah dari uang menjadi benda.

Hal itu dinilai menjadi semakin tidak jelas darimana asal serta diperuntukkan kepada siapa aset tersebut jika dibagikan. Kecuali, para korban First Travel memaparkan di muka persidangan.

Baca juga: Kasus First Travel: Sita Dulu, Kembalikan Kemudian

"Kecuali ketika dalam proses persidangan saksi yang tidak memberikan keterangan di persidangan menyebutkan, "Oh, ini milik saya. Oh, ini mobil saya" dan bisa membuktikan bahwa dokumen-dokumennya miliknya," ujar Abdullah.

Selain itu, Abdullah menyebutkan, dalam hukum pidana tidak diatur bahwa barang bukti yang berkaitan dengan kejahatan untuk dibagikan.

Pasalnya, hal itu dikembalikan kepada jaksa penuntut umum selaku eksekutor yang akan menjalankan putusan tersebut.

"Jaksa sebagai eksekutor setelah nanti dieksekusi disetorkan ke kas negara kemudian apakah dikemanakan itu tergantung negara," ujar Abdullah.

MA sebelumnya memutuskan seluruh harta dan aset First Travel diserahkan ke negara, bukan ke jemaah. Dari ribuan barang bukti, terdapat sejumlah aksesori seperti tas dan kaca mata mewah, juga sejumlah kendaraan.

Barang-barang mewah tersebut dibeli dari uang para jemaah calon umrah yang mendaftar ke First Travel. (OL-2)

Baca Juga

Dok. Kowani

Hak-Hak Kaum Perempuan Harus Terus Diperjuangkan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 00:54 WIB
Sudah banyak undang-undang maupun peraturan hukum, yang melindungi hak-hak kaum perempuan, tetapi pada kenyataannya masih banyak yang perlu...
MI/BARY FATHAHILAH

Survei Publik Sebut Kinerja Jaksa Agung Memuaskan

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:53 WIB
Survei mengukur dua hal isu utama, yakni tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dan kinerja para...
Ilustrasi/ Antara

Presiden: RUU Cipta Kerja Dibutuhkan untuk Reformasi Struktural

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:45 WIB
"Sekali lagi, agar perekonomian rakyat segera cepat bergerak, UMKM segera tumbuh, dan peluang kerja segera bertambah luas," imbuh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya