Senin 18 November 2019, 23:25 WIB

Copot Deputi, Erick Ingin Birokrat Paham Masalah Korporasi

Faustinus Nua | Ekonomi
Copot Deputi, Erick Ingin Birokrat Paham Masalah Korporasi

Antara/Puspa Perwitasari
Menteri BUMN Erick Thohir

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan efisiensi birokrasi di Kementerian BUMN. Efisiensi tersebut dimulai dengan memberhentikan 7 deputi dan sekretaris kementerian, Senin (18/11).

Menurutnya pemberhetian tersebut untuk memberi penyegaran dan para deputi akan ditugaskan menangani sejumlah perusahaan plat merah.

"Dari korporasi mengerti mengenai birokrasi, seperti Pak Kartika dan Pak Budi Sadikin. Begitu juga dari birokrasi harus mengerti permasalahan di korporasi, seperti yang dijalankan hari ini," kata Erick melalui keterangan tertulis (18/11).

Saat ini, lanjutnya sudah ada dua Wakil Menteri (Wamen) dan sudah memiliki pos pekerjaan masing-masing. Nantinya, jumlah deputi di Kementerian BUMN akan dipangkas menjadi 3 posisi jabatan dari yang semula 7 posisi jabatan.

Kemudian untuk pegawai di bawah para deputi juga akan segera diatur sesuai jumlah deputi yang ada. Hal ini, lanjutnya sudah sesuai dengan arahan Presiden untuk mempercepat gerak dalam membangun bangsa ini dan efisiensi birokrasi sudah saatnya dilakukan.

Baca juga : Rombak Birokrasi, Erick Akan Bawa Kementerian BUMN Lebih Lincah

"Penyederhanaan birokrasi ini sudah dicanangkan Presiden Jokowi dalam pidato pelantikan Presiden 2019-2024 yang disampaikan di Ruang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI," imbuhnya.

Erick mengungkapkan, sudah menjelaskan kepada para deputi terkait kebijakan tersebut. Restrukturisasi, menurutnya sudah menjadi bagian dari perjalanan tugas.

"Untuk mengelola aset sebesar Rp8.200 triliun itu, saya perlu teamwork yang kompak, yang diisi dengan orang-orang yang bukan hanya cerdas, tetapi juga akhlak yang baik," ujar Erick.

Ke depan, Erick mengatakan bahwa akan berupaya agar semua yang ada di dalam lingkungan BUMN, baik di Kementerian maupun di unit usaha merupakan orang-orang dengan akhlak yang baik.

Akhlak yang baik, lanjutnya berarti memiliki integritas tinggi dan komitmen yang kuat untuk memajukan bangsa dan negara.

"Mereka yang sudah berkeringat dan masih mau berkeringat dan memiliki akhlak yang baik, juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi bagi negeri ini, di sini. Yang penting, akhlaknya baik," tutup Erick.(OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More