Senin 18 November 2019, 22:21 WIB

Tindakan Sirkumsisi dengan Klem Buatan Anak Negeri

mediaindonesia.com | Humaniora
Tindakan Sirkumsisi dengan Klem Buatan Anak Negeri

Istimewa
Sunat modern dengan klem lebih praktis, karena proses sunat yang lebih mudah dan cepat.

 

TINDAKAN sirkumsisi adalah bedah untuk membuang kulup (prepusium penis) yaitu kulit yang menutupi glans penis. Sirkumsisi sering disebut ‘khitan’ atau ‘sunat’.

Sirkumsisi ada yang melakukannya karena alasan agama, budaya atau juga alasan kesehatan. Apapun yang melatar belakanginya, dari sudut pandang kesehatan sangat bermanfaat.

“Masih berpikir menyunatkan anak di mantri sunat? Wah sekarang sudah bukan jamannya. Tidak perlu bingung, sebenarnya kini sunat modern sudah menjadi pilihan utama para orang tua zaman now,” kata dr Encep Wahyudan dari Rumah Sunat dr Mahdian di Jakarta, Senin (18/11).  

“Kini klinik sunatan yang terpercaya dengan pengalaman bertahun-tahun membuka praktik sunat juga mudah ditemukan. Mengapa sunat di klinik? Tentu saja demi keamanan dan kenyamanan pasien, anak maupun dewasa,” ujar dr Encep.

Di Rumah Sunat dr Mahdian, yang didirikan dr. Mahdian Nasution seorang spesialis bedah saraf, metode sunat konvensional dengan menggunakan pisau dan jahitan sudah ditinggalkan.

“Klinik Rumah Sunat dr Mahdian kini menggunakan metode klem yang lebih nyaman dan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan metode sunat konvensional,” jelas dokter spesialis bedah dari Rumah Sunat dr Mahdian , dr Hengki Prabowo Irianto SpB .

Menurut dr Hengki, sunat konvensional memerlukan persiapan peralatan maupun tenaga medis lebih banyak. Selain waktu pengerjaan lama, ada risiko infeksi dan komplikasi lebih besar dan waktu penyembuhan luka juga relatif lebih lama.

“Sunat modern dengan klem lebih praktis, karena proses sunat yang lebih mudah dan cepat. Selain itu perdarahan minimal, tanpa jahitan, proses penyembuhan luka lebih cepat, serta lebih higienis dan aman,” papar dr Hengki.

Klem buatan anak negeri

“Mengingat kelebihan sunat dengan metode klem, maka Rumah Sunat Dr. Mahdian kemudian mengembangkan klem hasil inovasi anak negeri, disebut Mklem. Mklem diluncurkan sejak 2015,” papar dr Hengki.

Menurut dr Hengki, sebelum MKlem dikembangkan,semua klem yang ada dan digunakan di Indonesia adalah produk import buatan luar negeri terutama Malaysia dan Turki. Selain masalah biaya, bentuk dan kualitas klem import ini dirasakan kurang sesuai dengan anatomi penis anak-anak Indonesia.

“Mklem sudah disesuaikan dengan anatomis anak Indonesia pada umumnya, desain yang lebih memperhatikan kemudahan aplikasi, keamanan dan kenyamanan anak. Mklem memiliki keunggulan dari sisi tabung, penjepit, maupun pengunci yang berupa sekrup,” tuturnya.

“Penjepit Klem terbuat dari bahan Polycarbonate (PC) khusus yang lebih kuat namun ringan, dengan pori-pori lebih kecil.  Apa yang membedakan MKlem dengan klem lain, salah satunya pada desain sekrup pengunci,” jelas dr Hengki.

Selain lebih mudah bagi dokter, sekrup ini memiliki daya kunci yang kuat dan memungkinkan pemotongan prepusium atau kulit kulup di zero point sehingga jaringan nekrotik lebih tipis ±1 mm. Selain itu, kemiringan tabung juga disesuaikan dengan anatomis anak Indonesia. 

“MKlem telah diujicobakan penggunaannya di jaringan Klinik Rumah Sunat dr Mahdian seluruh Indonesia dengan hasil cukup menggembirakan bagi kalangan praktisi khitan karena sangat mudah dan cepat, minimal pendarahan, proses penyembuhan luka lebih cepat, higienis dan aman,” jelasnya.

Mklem sudah memiliki izin edar dari BPOM sehingga sudah teruji keamanannya. Penting bagi orangtua yang akan menyunatkan anaknya, bahwa keamanan adalah yang utama. Maka sunat sebaiknya dilakukan di klinik dengan metode klem.  Dengan menggunakan MKlem, anak tetap dapat beraktivitas dan boleh terkena air. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More