Selasa 19 November 2019, 05:10 WIB

Beragam Program Antisipasi Bencana

(DW/WJ/AU/JS/RF/BB/BK/AD/FL/UL/N-2) | Nusantara
Beragam Program Antisipasi Bencana

MI/widjajadi
Antisipasi Bencana Longsor dan Banjir, BPBD Wonogiri Bersama FPRBSiapkan dan Tanam Bibit Tanaman Keras:

 

SELESAI mengurus kebakaran hutan dan lahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan tidak lantas bisa berpangku tangan. Mereka sudah harus bersiap menghadapi turunnya hujan, lengkap dengan dampak negatif yang mengiringinya.

"Ada 11 daerah rawan banjir dan longsor. Sebagai langkah antisipasi, kami harus menyiapkan personel dan peralatan sedini mungkin," ungkap Kepala BPBD Iriansyah, di Palembang, kemarin.

Daerah rawan banjir di provinsi ini ada di Kabupaten Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Penukal Abab Lematang Ilir, Muara Enim, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir. Sementara itu, longsor berpotensi terjadi di Kabupaten Empat Lawang, Pagar Alam, Lahat, dan Ogan Komering Ulu Selatan.

BMKG Palembang memperkirakan hujan deras akan terjadi di Sumsel pada 18-24 November. "Saat ini hujan sedang dan deras sudah terjadi di beberapa kabupaten dan kota," ujar Kepala Seksi Observasi Bambang Beni Setiadji.

Sejumlah aksi sudah dilakukan BPBD Wonogiri, Jawa Tengah, ber-sama sejumlah relawan Desa Tangguh Bencana (Destana). Mereka menggelar kerja bakti membersihkan sungai dan selokan.

"Di daerah rawan longsor, relawan bergerak menutup tanah yang merekah dengan tanah. Itu untuk mengurangi atau menahan tanah longsor. Kami bersama-sama juga melakukan penghijauan," kata Kepala BPBD Bambang Haryanto.

Maret lalu, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta, terdampak bencana tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang. Kerawanan itu diperkirakan masih akan terjadi pada musim penghujan kali ini.

"Hasil pemetaan ada 50 titik po-tensi bencana pada musim hujan. Mulai tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang," jelas Kepala Pe-laksana BPBD Ariadi.

BPBD Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, juga mengaku telah menyiapkan logistik untuk menghadapi bencana. Daerah ini rawan bencana alam, seperti banjir, gerakan tanah dan longsor, angin kencang, dan erupsi Gunung Merapi.

"Kami sudah siap dengan beras, air mineral, mi instan, gula, teh, kopi, dan lauk-pauk, jika warga harus mengungsi," tandas Kepala Seksi Kedaruratan Sri Yuwana Haris.

Beragama cara juga disiapkan BPBD di Bangka Belitung, Tasikmalaya, dan Cianjur, untuk menghadapi bencana akibat hujan deras. (DW/WJ/AU/JS/RF/BB/BK/AD/FL/UL/N-2)

Baca Juga

Medcom

Poliklinik Rawat Jalan RS Atambua Tutup karena Covid-19

👤Palce Amalo 🕔Jumat 27 November 2020, 07:38 WIB
Poliklinik rawat inap itu ditutup setelah tiga tenaga medis di RS Mgr GabrielManek Atambua dinyatakan positif...
MI/PALCE AMALO

Melon di Tangan Pendeta

👤Palce Amalo 🕔Jumat 27 November 2020, 06:58 WIB
Sesuai hasil hitungan, tambah Pendeta Jefri, setelah dikurangi biaya modal, pendapatan bersih dari panen melon sekitar Rp30...
Dok: Pusluhtan

Penyuluh Ajak Petani Barito Timur Manfaatkan Lahan Tidur

👤Surya Sriyanti 🕔Jumat 27 November 2020, 06:45 WIB
Petani di Barito Timur diharap bisa memanfaatkan lahan yang dimiliki mulai dari pekarangan hingga lahan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya