Selasa 19 November 2019, 04:30 WIB

RI Kerja Sama Ekonomi Digital dengan Tiongkok

(Uks/E-3) | Ekonomi
RI Kerja Sama Ekonomi Digital dengan Tiongkok

ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie/foc.
Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun (kiri) berbincang bersama Presiden Direktur Adaro Boy Garibaldi Thohir

 

DUTA Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun mendorong perusahaan rintisan (startup) dan unicorn Indonesia melakukan kerja sama ekonomi digital dengan perusahaan digital Tiongkok. Indonesia, kata Djauhari, harus belajar ekonomi digital dari Tiongkok

"Kita akan mengundang startup dari Indonesia ke Tiongkok untuk bertemu dengan sejumlah perusahaan digital dan melihat langsung perkembangan ekonomi digital di sini," kata Djauhari saat menerima rombongan pemimpin redaksi media massa dari Indonesia yang dipimpin Direktur Utama Adaro Garibaldi Thohir di KBRI Beijing, Minggu (17/11) malam.

Perkembangan ekonomi digital Tiongkok sangat pesat. "Ekonomi digital menyumbang 20% GDP Tiongkok," kata Djauhari.

Dia menambahkan Tiongkok tengah mengembangkan lima hal terkait dengan ekonomi digital, yaitu big data, artificial intellegence, block chain, dan cashless transaction.

"Kongres Partai Komunis Tiongkok baru-baru ini menyatakan pemerintah serius mengembangkan kelima hal tersebut," terang Djauhari.

Djauhari juga menjelaskan volume perdagangan Tiongkok-Indonesia semakin meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada 2014 volume perdagangan kedua negara bernilai U$48,230 miliar dan pada 2018 meningkat menjadi U$72,670 miliar.

Investasi Tiongkok di Indonesia, papar Djauhari, juga terus meningkat. Pada 2014 investasi Tiongkok di Indonesia senilai U$800,93 juta dengan jumlah proyek 501 dan meningkat menjadi U$3361 juta dengan 1.402 proyek pada 2017.

"Nilai investasi Tiongkok jika digabung dengan Hong Kong merupakan investasi terbesar kedua di Indonesia setelah Singapura," ujarnya.

Pun jumlah kunjungan wisatawan dari Tiongkok ke Indonesia terus bertambah dari 926 ribu orang pada 2014 menjadi 2,14 juta pada 2018.

"Kunjungan wisatawan dari Indonesia ke Tiongkok sekitar 500 ribu orang," imbuh Djauhari.

Dirut Adaro Garibaldi Thohir mengatakan Indonesia mau tidak mau harus bekerja sama dengan Tiongkok, baik di bidang ekonomi digital maupun ekonomi konvensional.

"Kita pihak swasta pasti mendukung," kata Garibaldi. (Uks/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More