Senin 18 November 2019, 21:16 WIB

KPK Surati Erick Thohir Soal Pemanggilan Dirut Jasa Marga

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Surati Erick Thohir Soal Pemanggilan Dirut Jasa Marga

Antara/Audy Alwy
Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Arryani yang belum memnuhi panggilan KPK

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi mengimbau Desi Arryani yang kini menjabat Direktur Utama PT Jasa Marga untuk kooperatif memenuhi panggilan dalam kasus dugaan korupsi subkontraktor fiktif pada belasan proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

KPK turut menyurati Menteri BUMN Erick Thohir untuk meminta anak buahnya di perusahaan plat merah tersebut kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan lantaran sudah dua kali mangkir.

"KPK mengirimkan surat kepada Menteri BUMN terkait dengan ketidakhadiran saksi Desi Arryani. Kami berharap Menteri BUMN dan jajaran dapat memberikan arahan agar seluruh pejabat yang diperiksa bersikap kooperatif dengan proses hukum dan mendukung upaya pemberantasan korupsi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (18/11).

Desi dibutuhkan keterangannya dalam kapasitas dia saat menjabat Kepala Divisi III PT Waskita Karya. Dia dibutuhkan sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya Fathor Rachman. Menurut catatan KPK, Desi sudah dua kali absen dari panggilan penyidik.

Sebelumnya, KPK telah memanggil Desi untuk diperiksa pada 28 Oktober 2019, namun yang bersangkutan menyampaikan berhalangan hadir karena ada tugas di Semarang, Jawa Tengah. Kemudian, pemanggilan dijadwalkan ulang pada 11 November 2019 namun yang bersangkutan kembali tidak hadir.

Baca juga ; KPK Periksa Gamawan Fauzi Soal Kasus Proyek IPDN

Febri mengatakan surat kepada Erick Thohir selaku Menteri BUMN sudah dilayangkan tertanggal 12 November 2019. KPK juga melampirkan surat panggilan untuk Desi di surat kepada Menteri BUMN tersebut. Selain itu, imbuh Febri, komisi juga telah mengirimkan surat ke alamat tinggal Desi.

"KPK berencana akan memeriksa saksi pada hari Rabu dan Kamis 20-21 November 2019. Kami telah mengirimkan surat pemanggilan ke alamat saksi secara patut," imbuh Febri.

Februari lalu, penyidik KPK menggeledah rumah Desi Arryani di kawasan Jakarta Barat. KPK menyita sejumlah dokumen berkaitan dengan kasus tersebut. Komisi pun kini terus mengusut dugaan aliran dana ke sejumlah pihak.

Dalam kasus itu, komisi menetapkan dua orang tersangka yakni Fathor Rachman dan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi Il PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar.

Kerugian keuangan negara atas kasus tersebut ditaksir Rp186 miliar dari sejumlah pengeluaran atau pembayaran PT Waskita Karya kepada kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor yang melakukan pekerjaan fiktif. Proyek konstruksi fiktif itu tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua. (Ol-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More