Senin 18 November 2019, 20:08 WIB

Anies Dicap Menepikan Janjinya tidak Menggusur

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Anies Dicap Menepikan Janjinya tidak Menggusur

MI/ Adi Maulana Ibrahim
Petugas menggunakan alat berat membongkar bangunan semi permanen di pinggiran Kali Sunter

 

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI dari Fraksi PDI Perjuangan, Gembong Warsono menuturkan apa yang dikerjakan Gubernur Anies Baswedan tidak konsisten. Hal ini terkait penggusuran permukiman liar yang berdiri di atas saluran penghubung Kali Sunter, Jakarta Utara.

"Pak Anies hanya ingin mendapatkan simpati masyarakat. Makanya pak Anies sampaikan program itu (tidak menggusur). Tapi kan akhirnya tidak konsisten, apa yang diucapkan tidak konsisten. Faktanya, hari ini Pak Anies melakukan penggusuran," ungkap Gembong saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (18/11).

Menurut Gembong untuk melakukan penataan Jakarta, penggusuran bisa dilakukan. Namun, terkait janji kampanye yang dilontarkan Anies harus ditepati. Warga di Sunter diketahui menjadi lumbung suara Anies pada Pilgub Jakarta 2017.

"Tapi, apa yang dilakukan itu kan kontradiksi dengan apa yang diucapkan. cuma itu persoalanya. Yang sekarang harus jadi catatan pak Anies. warga yang tergusur mendapat tempat layak huni. itu yang harus dipikirkan," ucap Gembong.

 

Baca juga: DPRD Sebut Penggusuran jadi Simalakama untuk Anies

 

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, M Taufik, menampik bahwa apa yang dilakukan Anies tidak melanggar janji. Menurutnya tanah yang digusur di kawasan Sunter itu merupakan tanah pemerintah.

"Enggak ada janji (penggusuran). Setahu saya nggak ada, makanya tergantung loaksinya apa. tanah siapa itu? Kalau tanah pemerintah ya diberesin," tandas Taufik.

Diketahui, rumah warga yang terkena penertiban berada si Jalan Agung Perkasa VIII Sunter, Jakarta Utara. Mereka memilih bertahan di lokasi tersebut. Warga juga bersikukuh bahwa tidak ada aliran kali di atas tempat tinggal mereka yang digusur pada Kamis (14/11). (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More