Selasa 19 November 2019, 01:40 WIB

Perang Dagang AS-Tiongkok Hindari Perang Bersenjata

Perang Dagang AS-Tiongkok Hindari Perang Bersenjata

ANTARA
Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun

 

DUTA Besar Indonesia untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, mengatakan Amerika Serikat dan Tiongkok akan kembali melakukan perundingan dagang.

"Mungkin Amerika Serikat khawatir jika perang dagang berlanjut, tarif naik, dan harga-harga juga naik menjelang Natal. Selain itu, ada tekanan dari petani Amerika Serikat yang kedelainya tidak bisa dijual karena tarif tinggi," kata Djauhari ketika berdiskusi dengan sejumlah pimpinan media yang dipimpin Direktur Utama Adaro, Garibaldi Thohir, di Beijing, Tiongkok, Minggu (17/11) waktu setempat.

Dampak perang dagang juga telah dirasakan dunia. Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF), misalnya, telah mengoreksi pertumbuhan ekonomi dunia.

"Bahkan sejumlah negera Eropa kini pertumbuhannya menjadi minus," tutur Djauhari.

Para perunding perdagangan Tiongkok dan Amerika Serikat dalam pembicaraan telepon terakhir bersepakat menjalin komunikasi lebih dekat.

Menteri Perdagangan Tiongkok mengatakan hal ini pada Minggu (17/11), seperti dikutip harian China Daily, kemarin.

Namun, tidak disebutkan kapan perundingan akan berlangsung.

Menteri Perdagangan Tiongkok menyebutkan dalam pernyataan daringnya bahwa rencana perundinganitu atas permintaan Amerika Serikat.

Para ahli dan pengusaha berharap dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut kini bisa merampungkan ketidaksepakatan perdagangan melalui jalan dialog dengan tetap menghormati aturan-aturan internasional yang berlaku.

Wei Jianguo, Wakil Presiden China Center for International Economic Exchange, mengatakan Tiongkok dan AS akan menyelesaikan isu perang dagang secara aman melalui perundingan.

Perundingan, kata Jianguo, juga akan menghindari apa yang disebut thucydides trap, yaitu teori yang mengatakan jika satu kekuatan yang sedang tumbuh mengancam kekuatan lain yang sudah mapan, yang terjadi ialah perang.

Pasar saham

Pasar saham Eropa kemarin umumnya merosot di saat para pialang terus mengamati perkembangan terbaru dari perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat.

Penasihat ekonomi Presiden AS Donald Trump, Larry Kudlow, menyatakan tahap awal dari perundingan dagang AS-Tiongkok sudah sesuai jadwal. Adapun Menteri Perdagangan Wilbur Ross memperkirakan akan segera ada kesepakatan.

Dari sisi Tiongkok, Beijing menyebut Wakil Presiden Liu He telah berbicara dengan perwakilan dagang AS Robert Lighthizer serta Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Sementara itu, pasar saham Hong Kong mengalami kenaikan setelah sempat turun pekan lalu. Para investor sejauh ini masih tetap khawatir dengan protes berdarah yang mengguncang kota itu. (Usman Kansong/AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More