Senin 18 November 2019, 19:49 WIB

Emerald Land Tawarkan 5 Proyek Huniannya di IPEX 2019

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Emerald Land Tawarkan 5 Proyek Huniannya di IPEX 2019

Dok. Emerald Land
Booth Emerald Land Development di IPEX 2019

 

SINYALEMEN pasar properti Nasional akan kembali reborn di akhir semester II-2019 sudah mulai menguat. Hal itu terlihat di ajang Indonesia Property Expo (IPEX) pada 16–24 November 2019, di  Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Director Epic Property yang juga konsultan dan koordinator pemasaran Emerald Land Development  M. Gali Ade Nofrans mengakui pengunjung sangat antusias untuk membeli hunian di pameran.

“Selama dua hari ini kami berhasil membukukan penjualan hingga 40 unit. Melihat besarnya animo masyarakat terhadap penyelenggaraan pameran kali ini, kami optimistis target penjualan sebesar Rp60-70 miliar dapat dicapai dengan mudah,” ujar Nofrans dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, booth Emerald Land Development sendiri memamerkan lima proyek besutannya yang tersebar diJabodetabek.

Nofrans menegaskan, kehadiran Emerald Land di IPEX JCC 2019 ingin memudahkan masyarakat terutama mereka yang beraktivitas di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) untuk memiliki hunian idamannya.

Baca juga : Dua Pengembang ini Tawarkan Paket Bulan Madu di IPEX 2019

Selain harga terjangkau dengan kelengkapan fasilitas serba ada, berbagai kemudahaan cara bayar serta marketing gimmick menarik pun ditawarkan

“Selama pameran ini kami menawarkan berbagai kemudahan bagi konsumen, antara lain booking fee Rp1 juta yang dapat hadiah langsung e-money Rp500 ribu, bunga KPR 6,43 %, diskon biaya asuransi KPR 20%, down payment (DP) 5%, dan undian berhadiah mobil (Honda Brio, Toyota Rush, Mitsubihsi Expander. Selai itu, kami juga membebaskan biaya (free) provisi, administrasi, apprasial KPR, BPHTB, dan gratis pemasangan AC di setiap kamar,” papar Nofrans.

Direktur Emerald Land Development Andre Widjaja menambahkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sembilan bank baik konvensional maupun syariah demi lebih memudahkan pengunjung pameran melakukan transaksi kepemilikan rumah pada kelima proyeknya.

Menurut Andre, banyaknya dukungan perbankan tidak lepas dari seluruh legalitas pembangunan proyek mulai dari izin prinsip, IMB, hingga sertifikat per kavling yang telah dikantongi perseroan.

“Berbagai keunggulan tersebut merupakan bukti komitmen bahwa kami (Emerald Land Develompment) senantiasa mengedepankan kepuasan dan kenyamanan bagi setiap konsumen. Bagi kami, perusahaan besar dengan kepercayaan tinggi dan memberikan bebefit yang besar terhadap masyarakat, jauh lebih penting ketimbang mengejar keuntungan semata,” cetus Andre.

Baca juga : ERA Jatim mulai Era Baru di Kantor Anyar

Saat ini Emerald Land Development tengah mengembangkan lima proyek propertinya, yaitu Mixed Use Development Emerald Neopolis pada area seluas 50 hektare di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat. Kemudian, Emerald Residence Tangerang sebanyak 600 unit, Emerald Terrace Jati Asih, Bekasi (206), Emerald City Cibinong (600), dan Emerald Cilebut, Bogor (120).

Andre optimistis kelima proyeknya itu akan dapat diserap pasar dengan cepat. Pasalnya, meski menawarkan harga cukup terjangkau bagi semua lapisan masyarakat tetapi kelengkapan fasilitas pada masing-masing kawasan hampir sama dengan hunian premium.

“Target optimis kami bisa meraup penjualan sebesar Rp100 miliar hingga akhir 2019. Perhelatan IPEX JCC Senayan ini menjadi momentum yang baik bagi kami untuk memacu aktivitas pemasaran,” cetus Andre.

Dia menyebut, bila dibandingkan dengan proyek yang dibangun oleh kompetitor, maka harga hunian yang ditawarkan pada lima proyeknya memang boleh dibilang lebih terjangkau. Untuk hunian Emerald Park, misalnya, hanya ditawarkan mulai dari Rp390 juta–Rp800 jutaan per unit.

“Kami juga menerapkan standar penyediaan fasilitas pendukung kawasan lebih berkualitas. Pada setiap proyek minimal ada fasilitas kolam renang, club house, gazebo, lapangan basket, children playground dan tempat ibadah. Selain itu, seluruh proyek kami juga menerapkan sistem utilisasi bawah tanah sehingga pemukiman menjadi lebih rapi dan ramah lingkungan,” pungkas Andre. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More