Senin 18 November 2019, 18:30 WIB

Empat Terduga Teroris di Medan Serahkan Diri

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Empat Terduga Teroris di Medan Serahkan Diri

Antara/Irsan Mulyadi
Penjagaan di Mapolresta Medan di perketat usai ledakan bom, pekan lalu

 

TIM Densus 88 Antiteror dan pihak kepolisian daerah terkait telah menangkap 23 orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan bom di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11). Aksi itu diketahui dilakukan oleh Rabbial Muslim Nasution dengan menggunakan jaket ojek daring.

23 orang tersebut tergabung dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pimpinan Yasir. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut dari angka itu, empat orang di antaranya menyerahkan diri melalui pendekatan secara halus (soft approach).

"Empat diantaranya berdasarkan soft approach, penegakan dengan pihak keluarga, pendekatan tokoh masyarakat, dan beberapa komponen terkait, empat orang menyerahkan diri," kata Dedi di Mabes Polri, Senin (18/11).

Keempatnya yakni berinisial W alias Yunus, DS, IF, dan DS alias Hendro. Mereka menyerahkan diri pada Minggu (17/11).

"W alias Yunus menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara. Yang bersangkutan terlibat langsung pada kelompok JAD Y (Yasir), maupun ikut membaiat ke ISIS yang baru (Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurashi-red), mengikuti latihan di Gunung Sibayak dan pernah menitipkan senjata api rakitan yang diterima oleh saudara AS dan saudara AL (tersangka lain)," papar Dedi.

Baca juga : 46 Orang Ditangkap Pascaserangan Bom Medan

Seperti W alias Yunus, tersangka lain yakni DS juga menyerahkan dirinya ke Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dedi juga mengatakan bahwa DS memiliki peran yang sama dengan W alias Yunus.

Tersangka IF menyerahkan diri di Medan dan berperan karena berbaiat ke Negara Islam (Islamic State), ikut latihan di Gunung Sibayak, dan aktif dalam jaringan JAD Yasir.

"DS alias Hendro menyerahkan diri di Medan pada tanggal 17 November 2019. Yang bersangkutan juga ikut bela diri ke ISIS yang baru, ikut latihan di Gunung Sibayak dan aktif dalam kelompok JAD Y dan mengetahui senjata api rakitan kepada saudara AS dan A," terang Dedi.

Pihak kepolisian mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang membantu menyadarkan keempat orang tersebut hingga akhirnya menyerahkan diri.

"Densus 88 bekerja sama dengan stakeholders terkait berupaya semaksimal mungkin untuk lakukan upaya penegakan hukum maupun pendekatan-pendekatan soft approach guna menyadarkna kelompok atau orang yang terpapar paham radikal ekstrem," pungkas Dedi. (Ol-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More