Senin 18 November 2019, 14:33 WIB

BPJS TK Targetkan 20 Ribu Orang Alami PHK Ikuti Program Vokasi

mediaindonesia.com | Ekonomi
BPJS TK Targetkan 20 Ribu Orang Alami PHK Ikuti Program Vokasi

Istimewa
BPJSTK Kantor Cabang (Kancab) Cilandak, Jakarta Selatan, memberikan Pelatihan Program Vokasi Indonesia Bekerja.

 

BPJS Ketenagakerjaan (TK) kembali gelar kegiatan Pelatihan Program Vokasi Indonesia Bekerja kepada pekerja Indonesia yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) atau habis masa kontrak kerja di Hotel Sahati Jakarta, Senin (18/11). 

Kali ini giliran BPJSTK Kantor Cabang (Kancab) Cilandak, Jakarta Selatan, yang memberikan Pelatihan Program Vokasi Indonesia Bekerja.

BPJS TK Kancab Cilandak sebagai penyelenggara dalam kegiatan tersebut telah menggandeng lembaga pelatihan kerja (LPK) PT.ISS, dengan tiga bidang yakni pelatihan safety driving, parking management, dan receptionist.

Pelatihan tersebut resmi dibuka Direktur Pelayanan BPJS TK Krishna Syarif dam Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali serta turut dihadiri pula oleh anggota Dewan Pengawas BPJS TK  Rekson Silaban,  Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Selatan Sudrajat, dan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jakarta Selatan Syaiful Basri..

“Saat ini kami sedang gencar mempromosikan pelatihan vokasi kepada seluruh pekerja di Indonesia, sebab pelatihan ini bisa membuka kesempatan bagi para pekerja yang mengalami PHK untuk kembali bekerja,” terang Krishna.

Sejak mulai dijalankan September 2019, tercatat 600 orang yang mengalami PHK dan putus kontrak kerja sudah mengikuti pelatihan vokasi, dan 200 di antaranya dinyatakan lulus tersertifikasi. 

Saat ini pelatihan vokasi telah menyediakan berbagai modul pelatihan yang tersebar di berbagai tempat, diantaranya kelas barista, pastry & bakery, digital (multimedia, desain grafis, UI/UX), tata kecantikan rambut & muka, perhotelan, tata boga, koki, operator alat berat, otomotif perbengkelan, pengelasan, teknisi HP, teknisi AC, administrasi perkantoran, dan kedepannya modul tersebut akan terus bertambah.

“Pada tahun 2020 pemerintah menargetkan BPJS TK mampu melatih 20 ribu pekerja yang alami PHK. Saat ini, ada 6,8 juta pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu saya mengajak seluruh pekerja yang mengalami PHK ataupun putus kerja untuk mendaftarkan diri dengan cara mengakses website www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan klik pada banner vokasi”, jelas Krishna. 

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pendaftar adalah wajib memiliki akun aplikasi BPJSTKU, bertatus Warga Negara Indonesia (WNI), telah menjadi peserta penerima upah BPJSTK dengan nomor induk kependudukan (NIK) yang valid dan diutamakan mengikuti program JHT (Jaminan Hari Tua).

Selain itu calon pendaftar juga harus memiliki masa kepesertaan BPJSTK minimal 1 tahun atau 12 bulan dengan besaran upah yang dilaporkan minimal sebesar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) terendah di Indonesia, mengalami PHK atau habis kontrak kerja, masa berhenti paling singkat 1 bulan dan paling lama 24 bulan sebelum mendaftarkan dirinya di pelatihan ini.

Krishna berharap pelatihan vokasi ini mampu membuka ruang bagi para pekerja dari segala bidang untuk belajar kembali, melakukan up skilling maupun reskilling, sehingga bisa kembali bekerja atau menjadi wirausaha.

Sementara itu Deputi Direktur Wilayah DKI Jakarta, Cotta Sembiring mengatakan untuk wilayah DKI Jakarta telah menargetkan sebanyak 2.000 pekerja pelatihan program Vokasi Indonesia Bekerja dari target nasional BPJSTK sebesar 20.000 pekerja.

"Empat Kantor Cabang menjadi piloting Vokasi Indonesia Bekerja yakni Kacab Pulo Gebang, Kacab Rawamangun, Kacab Cilandak dan Kacab Kelapa Gading, dan bagi calon peserta yang ingin mendaftar bisa menghubungi 4 kacab tersebut," jelas Cotta.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menyampaikan terima kasih kepada pihak BPJS TK yang telah memberi program vokasi bagi mereka yang mengalami PHK atau putus kontrak.

"Dengan pelatihan program vokasi, BPJS TK telah menjembatani mereka yang belum mendapat pekerjaan untuk mendapatkan pekerjaan dengan didukung sertifikat," kata Marullah.

Salah satu peserta pelatihan vokasi bidang parking management, Widya Pratiwi, 36, yang telah 11 bulan berhenti bekerja dari BPR Mitra Sejahtera Lestari mengaku berterima kasih kepada BPJS TK. 

"Setelah mendapat sertifikat vokasi bidang parking management,saya berharap bisa bekerja lagi sesuai bidang yang didapat di pelatihan vokasi," ujar Widya. (OL-09)

    

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More