Senin 18 November 2019, 11:17 WIB

Hasil Tes Urine Pilot Batik Air Negatif Narkoba

Antara | Nusantara
Hasil Tes Urine Pilot Batik Air Negatif Narkoba

Antara
Hasil pemeriksaan urine terhadap pilot Batik Air, Djarot Harnanto negatif narkoba.

 

KEPALA Bidang Humas Polda NTT AKBP Jo Bangun mengatakan bahwa hasil tes urine terhadap pilot maskapai penerbangan Batik Air, Djarot Harnanto yang pingsan saat menerbangkan pesawat dengan rute Jakarta-Kupang negatif narkoba.   

"Hasil tes urine yang dilakukan oleh Ditresnarkoba Polda NTT kepada yang bersangkutan menunjukkan hasil negatif," kata Jo Bangun kepada wartawan di Kupang, Senin (18/11/2019).        

Jo mengatakan proses pemeriksaan oleh Resnarkoba kepada pilot tersebut dilakukan pada Minggu (17/11) malam saat pilot tersebut sadar dari pingsannya.   

"Pemeriksaan urine dilakukan semalam dan memang hasilnya negatif.Selain itu pilot tersebut diberikan beberapa pertanyaan seputar kejadian tersebut," tambah mantan Kapolres Kupang Kota itu.    

Pilot tersebut, lanjutnya setelah dirawat di ruang IGD pada malam itu juga langsung dipindahkan ke kamar VIP untuk dirawat lebih lanjut.    Jo Bangun menambahkan bahwa Minggu (17/11) Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin bersama sejumlah perwiranya meninjau langsung kondisi pilot tersebut, terlebih co pilot yang berhasil mendaratkan pesawat saat pilot utamanya mengalami kondisi tak sadarkan diri.        

"Dalam kunjungan itu Kapolda menyampaikan terima kasihnya serta apresiasinya kepada pilot yang berhasil menyelamatkan ratusan nyawa penumpang," kata Jo.    

Sebelumnya diberitakan Batik Air dengan pesawat jenis Airbus A320- 200 CEO registrasi PK-LUF membawa tujuh kru dan 148 penumpang.   
Pesawat lepas landas Minggu (17/11) pada pukul 09.12 WIB dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan mendarat di El Tari pukul 12.46 WITA. Pilot Batik Air yang menerbangkan pesawat bernomor ID-6548 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Bandar Udara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE) mengaku mendadak pusing sebelum mendarat darurat di Bandara El Tari Kupang.

baca juga: Masalah di Kolam Renang Emil

Sebelum menurunkan ketinggian, Pilot in Command (PIC) dalam hal ini pilot merasa adanya gangguan kesehatan dengan indikasi pusing berat sehingga membuat konsentrasi terpecah dan lemas. Pilot akhirnya mendapatkan pertolongan pertama. Penerbangan ID-6548 dengan komando kopilot (first officer) dan menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat (emergency landing). (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More