Senin 18 November 2019, 11:07 WIB

Hampir Semua Aliran Sungai di Cianjur Alami Sedimentasi

Benny Bastiandy | Nusantara
Hampir Semua Aliran Sungai di Cianjur Alami Sedimentasi

MI/Benny Bastiandy
Dampak musim kemarau, sungai-sungai di Kabupaten Cianjur mengalami pendangkalan.

 

HAMPIR semua aliran sungai di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami sedimentasi (pendangkalan). Namun, proses normalisasi belum bisa dilakukan karena membutuhkan anggaran cukup besar.

"Kalau dari pengamatan, hampir semua sungai di Cianjur mengalami pendangkalan. Kondisi ini karena limpasan sampah dari daerah hulu," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur, Wiguno Prihantono, kepada Media Indonesia, Senin (18/11/2019).

Normalisasi sungai penting dilakukan mengingat prakiraan saat ini sudah memasuki musim hujan. Namun, kata Wiguno, kewenangan menormalisasi aliran sungai berada di bawah koordinasi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

"Kita (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) tidak punya anggaran untuk itu (normalisasi). Anggarannya cukup besar," tuturnya.

Wiguno menyebutkan, hingga saat ini kondisi debit air di aliran irigasi di Cianjur masih belum normal. Debitnya masih kurang karena curah hujan belum turun secara normal.

Selama kemarau, debit air di 70 titik jaringan irigasi di Kabupaten Cianjur, rata-rata menyusut hampir 30%. Bahkan ada sebagian di antaranya yang sudah kering sama sekali.

"Hasil pantauan kami di lapangan, rata-rata secara akumulasi, debit air di aliran-aliran sungai sudah turun hampir 30%," tutur dia.

Ia mencontohkan irigasi aliran Sungai Cihea. Dalam kondisi normal, debit air di Sungai Cihea di kisaran 17 ribu liter per detik. Selama kemarau, debit airnya turun drastis menjadi sekitar 4 ribu liter per detik.

"Kondisi serupa terjadi di aliran Sungai Leuwi Bokor di Kecamatan Cikalongkulon. Dalam kondisi normal debit airnya di kisaran 15 ribu liter per detik. Sekarang turun jadi 1.800 liter per detik. Tapi ada juga yang masih bagus debitnya. Seperti di Sungai Cijedil. Masih cukup normal," jelasnya.

Jaringan irigasi di aliran-aliran sungai di Kabupaten Cianjur terbagi ke dalam tujuh wilayah pengelolaan. Di Balai Wilayah I Cianjur Kota terdapat 20 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah II Cibeber terdapat 14 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah III Ciranjang terdapat 4 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah IV Cikalongkulon terdapat 15 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah V Sukanagara terdapat 5 titik jaringan irigasi, Balai Wilayah VI Pagelaran terdapat 8 titik jaringan irigasi, dan Balai Wilayah VII Cidaun terdapat 4 titik jaringan irigasi.

baca juga: Kutukan itu masih Ada

Jaringan-jaringan irigasi itu berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cianjur.

"Dalam kondisi normal, debit air dari irigasi yang kami kelola bisa mengaliri sekitar 37 ribu lebih hektare lahan sawah di seluruh Kabupaten Cianjur," tandasnya. (OL-3)

 

Baca Juga

Istimewa

Selama Pandemi KSP di Karawang Banyak Gagal Bayar

👤Cikwan Suwandi 🕔Senin 23 November 2020, 23:35 WIB
SELAMA Covid-19, puluhan koperasi simpan pinjam (KSP) di Karawang, Jawa Barat mengaku kesulitan. Tingginya permintaan pinjaman dari anggota...
Ist

Satu Karyawan Positif Kantor Baznas Tarakan Tutup Sementara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 November 2020, 21:59 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan, Kalimantan Utara, tutup selama tiga hari setelah ada karyawannya yang tertular...
Antara

Tanah Adat di Papua dan Papua Barat Bakal Dijadikan Perkebunan

👤mediandonesia.com 🕔Senin 23 November 2020, 21:05 WIB
ADA enam wilayah adat di Papua dan Papua Barat yang punya banyak lahan tidur dan masyarakat ingin memanfaatkan lahan itu untuk perkebunan,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya