Senin 18 November 2019, 10:00 WIB

Cara Yogyakarta Kenalkan Mitigasi Bencana Lewat Ragam Permainan

Antara | Nusantara
Cara Yogyakarta Kenalkan Mitigasi Bencana Lewat Ragam Permainan

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Pelajar berupaya melindungi kepala dengan kursi saat mengikuti simulasi mitigasi bencana gempa dan tsunami di SMA Methodist, Banda Aceh

 

TAMAN Mitigasi Bencana yang kerap disebut Tamiya dibangun Yogyakarta guna mengenalkan mitigasi bencana sejak dini kepada anak-anak.

"Pengenalan mitigasi bencana dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, melalui beragam permainan. Kami akan coba menerapkannya di Taman Mitigasi Bencana," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Senin (18/11).

Tamiya dibangun di area bekas SD Negeri Patangpuluhan Kota Yogyakarta, yang aset bangunannya sudah diserahkan ke BPBD Kota Yogyakarta. Selain memiliki sarana dan prasarana untuk edukasi mengenai mitigasi bencana, taman tersebut juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti wahana panjat dinding dan luncur gantung dengan tingkat kesulitan rendah karena diperuntukkan bagi anak-anak.

"Sudut kemiringan panjat dinding juga tidak ekstrem sehingga anak-anak bisa memanjatnya, begitu pula dengan flying fox (luncur gantung) tidak terlalu tinggi," ungkap Hari yang berharap wahana permainan tersebut bisa digunakan tahun ini.

Baca juga: Kearifan Lokal dan Peran Pemda Penting untuk Mitigasi Bencana

BPBD juga berencana melengkapi wahana permainan dengan simulator video tiga dimensi yang menampilkan berbagai bencana seperti gempa bumi dan tsunami.

"Mungkin saja akan ditambah efek lain sehingga terasa seperti 4D. Namun, belum bisa diwujudkan tahun ini. Kami lakukan bertahap," tuturnya.

Keberadaan berbagai fasilitas tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengenal berbagai upaya mitigasi bencana serta menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.

Selain menjadi ajang pengenalan mitigasi bencana, Tamiya juga menjadi posko sukarelawan sekaligus tempat berkumpul pengurus kampung tangguh bencana. Selain membuka Tamiya, BPBD Kota Yogyakarta akan meneruskan program satuan pendidikan aman bencana (SPAB) di tingkat SMP.

"Tahun depan, akan ada enam SMP lagi yang ditetapkan sebagai SPAB sehingga total akan ada 12 SMP di Kota Yogyakarta," pungkasnya.

Kota Yogyakarta berisiko menghadapi bencana seperti gempa bumi, angin kencang, banjir dan longsor.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More