Senin 18 November 2019, 09:31 WIB

Cerita Penumpang Batik Air Panik Saat Pendaratan Darurat

Palce Amalo | Nusantara
 Cerita Penumpang Batik Air Panik Saat Pendaratan Darurat

Antara
Pendaratan darurat Batik Air di Bandara El Tari, Kupang pada Minggu (17/11/2019) akibat pilot pingsan.

 

PILOT Batik Air ID-6548 yang mendadak pingsan membuat para penumpang pesawat panik. Kejadian pada Minggu (17/11/2019) siang ini membuat Kopilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat. Apalagi saat pesawat tersebut mendarat darurat di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, para penumpang dilanda kecemasan.

"Pesawat mendarat dengan keras kemudian berhenti di tengah landasan dan mesin langsung mati. Sunyi, tidak ada orang di luar dan juga tidak ada pesawat lain," kata Alexander Ena, salah satu penumpang pesawat tersebut kepada  Media Indonesia, Senin (18/11/2019).

Lewat jendela pesawat, Alexander dan penumpang lainnya melihat tiga mobil pemadam kebakaran bersama dua ambulans dengan kecepatan tinggi mendekati pesawat. Namun, dia mengaku tidak tahu kejadian selanjutnya. Sekitar 10 menit pesawat tidak bergerak. Setelah itu pesawat ditarik menuju apron, masih dalam kondisi mesin mati.

Tiba di apron, tambah politisi DPW Partai NasDem NTT itu, tidak terlihat pesawat lain.

"Kabar yang beredar, pesawat yang ada di landasan diminta keluar," tambah Alexander.

Alexander Ena mengaku melihat sebuah pesawat Garuda Indonesia mendarat dan parkir tak jauh dari pesawat Batik Air. Namun, pesawat itu tidak menurunkan penumpang.

Menurutnya, sekitar 25 menit, pintu pesawat Batik Air tidak dibuka, tetapi terlihat kesibukan di darat.

"Ada ambulans bergerak menuju depan pesawat. Kami bertambah panik," ujarnya

Setelah evakuasi pilot pesawat selesai, barulah pintu pesawat yang mengangkut 148 penumpang dan tujuh kru itu dibuka dan penumpang turun. Menurut dia, selama penerbangan dari Jakarta ke Kupang, tidak ada informasi dari kru pesawat mengenai pilot pingsan. Mereka baru tahu setelah berada di ruang kedatangan.

baca juga: Temanggung Anggarkan Rp5,7 Miliar untuk Pilkades Serentak

Sementara itu, Djarot Harnanto, pilot pesawat Airbus 320-200 CEO yang mendarat darurat tersebut sampai Senin pukul 09.30 Wita, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Kupang. Sebelumnya pada Minggu malam, Kapolda NTT Irjen Hamidin menjenguk Djarot Harnanto untuk menyampaikan selamat karena pesawat mendarat dengan selamat.

"Saya menyampaikan selamat karena pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan mulus dan menyelamatkan seluruh penumpang," ujarnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More