Senin 18 November 2019, 09:24 WIB

Ratusan Mahasiswa Antusias Ikut Kuliah Ekonomi Syariah

Gana Buana | Megapolitan
Ratusan Mahasiswa Antusias Ikut Kuliah Ekonomi Syariah

MI/Gana Buana
Pakar keuangan islam dunia dari Durham University, UK, Profesor Habib Ahmed.

 

RATUSAN Mahasiswa Bekasi antusias mengikuti kuliah umum tentang ekonomi syariah di Aula Universitas Gunadarma Bekasi, Jalan KH Noer Ali, Kota Bekasi. Dengan tema Knowledge, Innovation and Islamic Finance: A New Institusional Economics Perspective, program studi Ekonomi Syariah ini menghadirkan pakar keuangan islam dunia dari Durham University, UK, Profesor Habib Ahmed.

Dalam orasinya, Habib Ahmed mengatakan perkembangan ekonomi syariah saat ini dirasa mampu meningkatkan inklusi keuangan lokal. Karena itu, ekonomi dan keuangan syariah modern harus lebih berinovasi.

“Pelemahan ekonomi dan keuangan dunia pun mampu ditangkal dengan penguatan ekonomi syariah. Modal utamanya dengan berinovasi,” ungkap Habib Ahmed, Senin (18/11).

Profesor ekonomi dan keuangan Islam terkemuka di Inggris ini mengatakan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) adalah format koperasi syariah yang khas di Indonesia. Format ini memiliki budaya inovasi tinggi.

“BMT lebih mampu mencapai ekpektasi soaial dan komersial dalam ekonomi syariah,” kata dia.

Baca juga: Digitalisasi Bisa Percepat Penetrasi Ekonomi Syariah

Ketua pelaksana M Rizky Rizaldy menambahkan kuliah umum ini merupakan pengenalan ekonomi syariah yang mendunia kepada masyarakat akademis. Mereka harus sadar bahwa perkembangan ekonomi syariah tidak hanya terjadi di negara yang penduduknya mayoritas muslim melainkan juga mengalami perkembangan pesat di negara-negara nonmuslim seperti Barat.

“Di Inggris telah lama melakukan kajian. Bahkan di Universitas Durham UK, membuka kajian dan konsentrasi Keuangan Islam. Ini menandakan literasi keuangan syariah mulai menguasai dunia dengan melihat lebih kepada manfaatnya,” tutur Rizky.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More